By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: SDN Utan Jaya Cipayung Disegel Bambu, Siswa Belajar di Lapangan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » SDN Utan Jaya Cipayung Disegel Bambu, Siswa Belajar di Lapangan

Terkini

SDN Utan Jaya Cipayung Disegel Bambu, Siswa Belajar di Lapangan

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

humastangsel.com – Sengketa lahan SDN Utan Jaya, Cipayung, Depok mengganggu aktivitas murid di hari pertama, Sengketa lahan di SDN Utan Jaya, Cipayung, Kota Depok, membuat aktivitas belajar mengajar jadi terganggu.

Akses untuk masuk ke sekolah itu sempat ditutup Senin 6 Januari 2025 ,karena pagar sekolah dipasang sejumlah bambu dan kayu yang diletakkan menyilang sehingga membuat para murid dan guru tidak bisa masuk ke sekolahnya.

Serta sejumlah spanduk protes juga dipasang di salah satu sisi dinding sekolah tersebut, para murid dan wali murid yang mengantar anaknya sekolah seolah-olah kehilangan arah akan masuk kegiatan belajar anaknya itu.

Dini (37), selaku wali murid SDN Utan Jaya mengaku pertama kali mendapat kabar sekolahnya disegel sejak 24 Desember 2024.

Hal itu ia ketahui karena diambil dari rekan sesama wali murid yang lalu dibagikan melalui WhatsApp, ini masih tidak menaruh perhatian akan hal itu karena aktivitas sekolah sedang libur usai pembagian lapor semester ganjil.

Dini dengan kedua anaknya sempat bertahan di depan gerbang sekolah bersama dengan murid lainnya, pihak sekolah pun mengakali agar sebagian siswa diarahkan untuk belajar di lapangan belakang sekolah.

Dini tidak dapat memastikan aktivitas pembelajaran seperti apa yang bisa dilakukan di lapangan saat itu, karena hari itu adalah hari pertama kembali ke sekolah.

Terlebih lagi murid yang dibawa ke lapangan adalah seluruh murid kelas 4 5 dan 6 yang aksesnya kebetulan melewati gerbang tersebut. Sementara untuk anak murid kelas 1,2 dan 3 diarahkan kembali pulang dan belajar di rumah.

Di sekitar pukul 11.00 WIB di hari yang sama dari salah satu sisi gerbang bisa kembali dibuka, kegiatan belajar mengajar sudah bisa kembali normal dilakukan di kelasnya masing-masing.

Baca Juga :

Pemilu 2024 Lebih Ramai, Pemilih jadi Lebih Paham Cara Pencoblosan
Mengenal Penyakit Brucellosis, Lengkap Penyebab dan Gejalanya

“Tapi pas sekitar pukul 11.00 WIB ( di hari yang sama), itu bambu sudah mulai dicopotin dan sebagian pagar sekolah bisa dibuka lagi,”terang dini.

Kondisi terkini, Rabu 8 Januari 2025 bambu yang sempat dipasang menyilang dan kayu yang masih menutup gerbang utama tersebut.

Di samping gerbang warna hitam itu ada akses kecil yang tidak ditutup, sehingga para murid dan guru menggunakannya sebagai jalur keluar masuk sekolah.

Sementara di bagian depan gerbang utama terdapat spanduk putih besar bertuliskan “Stop kegiatan belajar sebelum tanah ini kompen(lunas), ngontrak tanah = X , bayar tanah= X”tulisan tersebut dibuat menggunakan cat semprot.

Tepat di atas gedung utama terdapat spanduk yang memuat keterangan bahwa lampu kota tersebut bukan bukan milik pemerintah kota Depok.

“Perhatian titik tanah dan bangunan ini dari tahun 1970 s/d 2024 bukan kepemilikan pemerintah kota Depok. Masih murni kepemilikan tanah dan bangunan milik H.Namid bin M Siaran, pendiri yayasan SD swasta dari tahun 1970 s/d 2024. Demi hukum belum pernah dihimbahkan yang berbentuk apapun kepada pemerintah” bunyi pada tulisan spanduk tersebut.

Spanduk lain yang juga membentang di sekitar lokasi sekolah memuat permohonan maaf untuk seluruh siswa dan warga SDN Utan Jaya.

“kami tidak menyegel! Tapi menyatakan kembali kebenaran hak waris kami sesuai letter C No 603/836 Persil 156, atas nama H.Namid bin Siaran yang tercatat dalam buku C desa/kelurahan pondok Jaya Cipayung Depok”

“kami harapkan pemerintah dapat secepatnya menyelesaikan hal ini dengan lebih Arif bijaksana dan keadilan restoratif. Dan permohonan maaf kepada seluruh siswa dan warga sekolah atas keadaan ini. Dan mohon dibantu suarakan kebenaran ini demi keadilan yang hakiki”bunyi dari tulisan spanduk tersebut.

You Might Also Like

LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article TigaVirus yang Perlu diwaspadai, termasuk HMPV
Next Article Projo Sebut Duet Prabowo-Erick Thohir Minim Dukungan Partai, Daya Dukung Terbatas
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index