By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Sejarah Hari Buruh 1 Mei, Momen Pekerja Sampaikan Aspirasi demi Kesejahteraan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Sejarah Hari Buruh 1 Mei, Momen Pekerja Sampaikan Aspirasi demi Kesejahteraan

Terkini

Sejarah Hari Buruh 1 Mei, Momen Pekerja Sampaikan Aspirasi demi Kesejahteraan

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Hari Buruh 1 Mei merupakan momen para pekerja sampaikan aspirasi demi kesejahteraan kepada pemerintah. Berikut sejarahnya.

Contents
Sejarah Hari Buruh 1 MeiTerus Membangun Komunikasi

Di Indonesia, Hari Buruh 1 Mei dijadikan hari libur nasional. Selain di Indonesia, Hari Buruh 1 Mei juga diperingati secara global dan masuk dalam peringatan internasional, atau Hari Buruh Internasional.

Sejarah Hari Buruh 1 Mei

Bicara soal sejarah Hari Buruh 1 Mei, sangatlah panjang. Diawali pada era kolonial Belanda. Tepatnya pada 1 Mei 1918 yang dilakukan oleh Serikat Buruh Kung Tang Hwee.

Gerakan ini berawal dari sebuah tulisan tokoh sosialis Belanda, bernama Adolf Baars yang berikan kritik pedas soal harga sewa tanah milik kaum buruh sangatlah murah.

Tokoh sosialis Belanda itu, juga ungkapkan kaum buruh bekerja keras tanpa adanya upah yang layak.

Usai merdeka, tepatnya pada Kabinet Sjahrir, Hari Buruh 1 Mei dapat diperingati dengan memperbolehkan buruh tidak bekerja.

Kemudian, tanggal 1 Mei 2013, Hari Buruh 1 Mei dijadikan hari libur nasional oleh Presiden SBY.

Gerakan May Day atau Hari Buruh 1 Mei, secara internasional berawal dari abad ke-19 di Amerika Serikat.

Saat itu, para buruh di Amerika Serikat menuntut segala hak-hak pekerja. Salah satunya jam kerja maksimal 8 jam sehari.

Baca Juga :

Perluasan Sasaran dan Akurasi Distribusi MBG, BGN Lakukan Pembenahan Data Nasional
Fenomena Italian Brain Rot: Lucu dan Absurd, tapi Bisa Bahayakan Kesehatan Otak Anak Muda

May Day juga untuk memperingati peristiwa Kerusuhan Haymarket di Chicago tahun 1886. Pada momentum tersebut, terjadi konflik antara buruh pengunjuk rasa dan polisi.

Saat itu, terjadi sejumlah kekerasan antara polisi dan buruh yang menjadi latar belakang peringatan Hari Buruh 1 Mei.

Terus Membangun Komunikasi

Di Indonesia, pemerintah lewat Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Fajar Dwi Wisnu Wardhani mengatakan Presiden Jokowi selalu mendengarkan dan terus membangun komunikasi mendalam dengan pekerja atau buruh. Serta menyerap semua apresiasi dari unsur pekerja.

Presiden Jokowi, kata Fajar, selalu mendengarkan buruh karena para pekerja merupakan elemen utama dalam pembangunan nasional di Indonesia.

“Dalam proses perubahan Undang-Undang Ciptaker (Cipta Kerja), Presiden sangat memperhatikan proses komunikasi dan koordinasi, serta menyerap aspirasi semua elemen, dan salah satu yang utama adalah unsur pekerja,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Fajar Dwi Wisnu Wardhani melalui keterangan tertulis di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 1 Mei 2023.

“Apapun upaya yang dilakukan untuk mendorong kepentingan pekerja/buruh sebaiknya disampaikan dengan baik dan terkoordinasi. Kita jaga bersama stabilitas tahun politik ini,” lanjutnya.

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Jika Dijadikan Cawapres, Erick Thohir Dinilai Berpotensi Mendulang Suara Milenial
Next Article Mengenal Istilah NPD, Penyakit Mental yang Dikaitkan Dengan Perselingkuhan Virgoun
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

5 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index