By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Sejarah Toko Buku Gunung Agung, Berdiri Sejak 1953 yang Menyimpan Banyak Kenangan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Sejarah Toko Buku Gunung Agung, Berdiri Sejak 1953 yang Menyimpan Banyak Kenangan

Terkini

Sejarah Toko Buku Gunung Agung, Berdiri Sejak 1953 yang Menyimpan Banyak Kenangan

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Toko Buku Gunung Agung yang berdiri sejak 1953 yang menyimpan banyak kenangan, dikabarkan akan tutup semua sisa otletnya pada 2023.

Contents
Berdiri Sejak 1953Modal 500 Ribu

Informasi ini juga dibenarkan oleh PT Gunung Agung Tiga Belas, Minggu, 21 Mei 2023, yang menyebutnya sebagai sebuah keputusan yang amat sulit untuk dilakukan oleh Toko Buku Gunung Agung, karena kerugian yang harus ditanggung juga sangatlah besar.

Akibat dari Toko Buku Gunung Agung bakal tutup sisa gerainya pada akhir 2023, menjadi pembicaraan netizen yang kebanyakan menyimpan kenangan pada Toko Buku Gunung Agung.

Berdiri Sejak 1953

Toko Buku Gunung Agung telah berdiri sejak 1953 dan menjadi penerbitas swasta yang berdiri pada awal kemerdekaan.

Toko Buku Gunung Agung didirikan oleh Tjio Wie Tay yang kemudian dikenal dengan Haji Masagung.

Pasca kemerdekaan, permintaan buku meningkat tajam dan membuat Toko Buku Gunung Agung melihat peluang ini.

Kemudian, Toko Buku Gunung Agung menghadirkan toko buku impor dan juga majalah.

Modal 500 Ribu

Dengan hanya modal 500 ribu, Toko Buku Gunung Agung berdiri pada 1953 yang menjadi awal bisnis toko buku ini.

Lewat Pekan Buku Indonesia 1954, Tjio Wie Tay berkenalan dengan Soekarno-Hatta yang merupakan seorang proklamator kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga :

Daftar Caleg DPRD Kota Medan Terpilih Periode 2024-2029
Begini Nasib Para Artis yang Gagal Menuju Senayan Jadi Anggota DPR RI

Kemudian, bisnis Toko Buku Gunung Agung semakin kencang dan membesar, hingga menerbitkan buku autobiografi Sukarno yang ditulis oleh Cindy Adams, seorang jurnalis Amerika Serikat.

Buku itu berjudul Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat.

Penerbitan buku tentang Sukarno dilanjutkan oleh Gunung Agung sehingga dikenal sebagai penerbit buku autobiografi/biografi tokoh-tokoh bangsa Indonesia.

Hingga kini, usia Toko Buku Gunung Agung sudah 70 tahun dan harus menutup sisa gerai yang tersisa pada akhir 2023.

Toko buku rantai tekemuka ini di Indonesia ini, harus tutup selain karena pandemi Covid-19, melainkan juga serangkaian kerugian usaha akibat adanya biaya operasional yang sangat besar.

Toko Buku Gunung Agung bermula dari kios kecil di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat. Outlet toko bukunya sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Toko Buku Gunung Agung cukup dikenal masyarakat luas dengan cabangnya yang berada di dalam area pusat perbelanjaan. Selain buku, bisnisnya juga merambah penjualan alat-alat perkantoran.

Bahkan, toko buku ini juga disebut sebagai pusat penjualan buku yang terbesar kedua setelah Toko Buku Gramedia karena jumlah gerainya yang ada di banyak tempat.

You Might Also Like

Kekacauan di Tim Senegal! Bonus Belum Cair, Kontrak Pelatih Bermasalah & Terancam Tersingkir
Gol Telat Tangiskan Kongo! Kolombia Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Swasembada Pangan Tercapai, Prabowo Sebut Produksi Beras dan Jagung Pecahkan Rekor
Haru Modric di Laga ke-200 Saat Kroasia Beri Kemenangan Spesial
Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Demi Ruang Digital Aman dan Ramah, TikTok Hadirkan Fitur Parental Control
Next Article Profil dan Biodata Rebecca Klopper, Pacar Fadly Faisal yang Diduga Pemeran Video Syur 47 Detik
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Mati Lampu Terulang Lagi? Bahlil Semprot PLN: Penyakit Lama Sejak 2019 Belum Sembuh

2 hours ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026

23 hours ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index