INVERSI.ID – Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan generasi muda, kabar membanggakan datang dari Semarang. Muhammad Ridanara Adiyatma, siswa SMA Negeri 3 Semarang, resmi terpilih sebagai Presiden Rohani Islam (Rohis) Nasional I periode 2025–2027. Ia terpilih dalam Kongres Rohis Nasional I 2025 yang digelar di Jakarta, sebuah momentum bersejarah karena menjadi kongres nasional pertama yang memilih presiden Rohis tingkat nasional.
Buat banyak pelajar, organisasi Rohis mungkin identik dengan kegiatan keagamaan yang hangat dan penuh nilai. Tapi di tangan generasi baru seperti Ridanara, Rohis diharapkan bukan hanya sekadar ruang pembinaan mental spiritual, tapi juga jadi arena perkembangan diri, kreativitas, dan ruang dialog yang lebih terbuka. Energi baru inilah yang ingin ia bawa dalam dua tahun kepemimpinannya.
Saat dihubungi dari Semarang, Ridanara menyampaikan rasa syukur sekaligus kesadaran bahwa amanah ini bukan hal yang kecil.
“Kepemimpinan ini merupakan rahmat dan tanggung jawab besar. Saya bertekad menjadikan Rohis Nasional sebagai motor penggerak dakwah digital,” katanya.
Pernyataan itu cukup menggambarkan arah langkahnya: membawa Rohis masuk ke dunia digital dengan pendekatan yang relevan dengan karakter generasi masa kini.
Visi Anak Muda: Moderat, Digital, dan Relevan
Dalam era ketika pelajar hidup berdampingan dengan media sosial, konten digital, dan dinamika online yang cepat berubah, pendekatan Rohis perlu beradaptasi agar tetap menyentuh kehidupan remaja. Ridanara cukup menyadari kebutuhan itu.
Ia menyoroti pentingnya Rohis sebagai wadah pembinaan nilai keagamaan yang moderat, toleran, dan tetap ramah terhadap keberagaman yang ada di sekolah-sekolah Indonesia. Baginya, Rohis harus menjadi tempat yang nyaman dan inklusif bagi siapa pun yang ingin belajar nilai keislaman secara damai. Ia juga menginginkan agar Rohis membuka lebih banyak ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi diri.
Karena itu, ia menyampaikan tekadnya, “menjadikan Rohis sebagai wadah bagi pelajar untuk mengembangkan potensi diri sambil memperkuat nilai-nilai Islam ‘rahmatan lil ‘alamin’.”
Ridanara juga telah menyiapkan fokus program kerja yang cukup komprehensif untuk dua tahun mendatang. Beberapa gagasannya antara lain:
- Penguatan jaringan Rohis daerah melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sekolah se-Indonesia.
- Pengembangan “Rohis Digital” yang akan mengoptimalkan platform online dan media sosial untuk menyebarkan konten edukasi keislaman yang positif untuk remaja.
- Penyelenggaraan National Youth Leadership Camp sebagai wadah pelajar untuk melatih kepemimpinan, kreativitas, dan kerja sama.
Visi ini terasa lebih fresh untuk mengimbangi tantangan zaman. Rohis bukan lagi hanya tentang kegiatan rutin, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, inovasi, dan kontribusi digital.
Dukungan dari Kemenag dan Sejarah Baru Rohis Nasional
Terpilihnya Ridanara sebagai Presiden Rohis Nasional mendapat apresiasi dari berbagai pihak, terutama dari para pembina di lingkungan Kementerian Agama Jawa Tengah. Mereka melihat kemenangan ini bukan hanya prestasi individu, tetapi juga cerminan kualitas pelajar Jawa Tengah yang semakin berkembang dalam kepemimpinan dan pembinaan nilai moral.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyampaikan kebanggaannya.
“Ini adalah bukti bahwa siswa kami tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan komitmen pada pembinaan moral keagamaan,” katanya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Jateng, Nurzaini Wahyu Widodo. Baginya, momentum Kongres Rohis Nasional pertama adalah sejarah besar dalam perkembangan Rohis di Indonesia.
“Bahwa ini adalah torehan sejarah, karena pertama kalinya diadakan kegiatan Kongres Rohis Nasional 1 dengan agenda memilih Presiden Rohis Nasional, yang kemudian terpilih ananda Ridanara dari Jawa Tengah,” ujarnya.
Ia berharap terpilihnya Ridanara dapat memberikan inspirasi sekaligus energi baru yang membuat gerakan Rohis semakin relevan di mata remaja. Dalam era yang serba digital, Rohis perlu menyesuaikan cara komunikasinya agar tetap menjadi ruang aman untuk belajar nilai agama sekaligus mengembangkan wawasan luas.
Proses Pemilihan yang Ketat dan Visi yang Memenangkan
Kongres Rohis Nasional I bukan kegiatan biasa. Acara ini berlangsung pada 12–15 November 2025 dan dihadiri perwakilan Rohis dari berbagai provinsi. Seluruh proses pemilihannya berjalan serius: mulai dari seleksi awal, pemaparan visi-misi, hingga debat terbuka antar kandidat.
Setelah melalui rangkaian proses tersebut, barulah Ridanara dinilai sebagai kandidat terbaik. Program kerjanya dianggap inovatif, relevan, dan realistis untuk menjawab tantangan generasi muda. Itulah yang mendorong para delegasi memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Rohis Nasional selama dua tahun ke depan.
Terpilihnya ia sebagai pemimpin bukan hanya soal kemampuan retorika, tapi juga kemampuan memahami remaja masa kini. Para peserta melihat bahwa generasi muda, terutama pelajar SMA, memerlukan pendekatan baru: pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka, bahasa mereka, dan kebiasaan digital mereka.
Dengan amanah ini, Ridanara bukan hanya membawa nama sekolahnya atau Jawa Tengah, tapi juga harapan pelajar seluruh Indonesia yang ingin melihat Rohis berkembang menjadi organisasi yang modern, inspiratif, dan berdampak.