Halo Inversi! Suasana politik yang super-hype dan penuh semangat demokrasi sedang melanda SMP Negeri 23 Depok. Sekolah ini baru saja menggelar kampanye akbar bagi para calon Ketua OSIS, yang menjadi ajang battle ide dan program terbaik di halaman sekolah mereka di Harjamukti, Cimanggis (Selasa, 04/11/2025).
Sebanyak tiga kandidat berani tampil di panggung, memaparkan Visi dan Misi mereka layaknya politisi profesional:
- Muhammad Wanda (Kelas 8.7)
- Cinta Adinda Nurfatya (Kelas 8.3)
- Catrine Pratiwi Azkiah (Kelas 8.7)
POLITICAL LITERACY: SEKOLAH SEBAGAI LABORATORIUM DEMOKRASI
Kepala SMPN 23 Depok, Sukmawaty Zulkifli, memberikan apresiasi tertinggi atas antusiasme para kandidat dan peserta didik yang hadir. Baginya, kegiatan ini jauh lebih dari sekadar memilih ketua.
“Kami tentunya mengapresiasi bagi peserta didik yang sudah ikut dalam meramaikan kegiatan ini, tentunya hal ini sebagai pembelajaran terkait demokrasi, layaknya dalam pemilihan umum yang dilaksanakan di Indonesia,” ujar beliau.
Poin Intelektualnya: Pemilihan Ketua OSIS di sini berfungsi sebagai laboratorium demokrasi praktis. Siswa tidak hanya belajar teori Pilpres/Pileg di kelas, tetapi merasakan langsung pentingnya literasi politik, public speaking, dan penyusunan program yang realistis.
Kandidat harus mampu:
- Merumuskan Visi (Mimpi Besar): Menentukan arah OSIS selama setahun ke depan.
- Menyusun Misi (Strategi Nyata): Merinci program kerja yang bisa dieksekusi.
- Public Speaking: Meyakinkan voters melalui argumen yang kuat dan karisma.
LEADERSHIP HACKS: OSIS SEBAGAI PLATFORM KARIR
Praktik kampanye ini juga merupakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) tingkat tinggi. Siapa pun yang terpilih akan memimpin “mini-parlemen” sekolah, bertanggung jawab atas aspirasi ratusan siswa.
Kegiatan ini secara tidak langsung mengajarkan siswa tentang akuntabilitas (accountability)—bahwa janji yang dibuat saat kampanye harus dipertanggungjawabkan setelah terpilih.
Intinya: SMPN 23 Depok sedang mencetak generasi leader masa depan yang memahami bahwa proses demokrasi menuntut integritas, ide yang cemerlang, dan kemampuan komunikasi yang persuasif. Vibes Pemilu mini ini menunjukkan bahwa edukasi politik sejak dini adalah kunci untuk menciptakan smart voters di masa depan.