By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Strategi Efisiensi Anggaran dan Student-Athlete Model Pasca-POPNAS XVII
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Strategi Efisiensi Anggaran dan Student-Athlete Model Pasca-POPNAS XVII

Olahraga

Strategi Efisiensi Anggaran dan Student-Athlete Model Pasca-POPNAS XVII

Adrian
By
Adrian
8 months ago
Share
4 Min Read
Foto : Wakil Ketua II KONI Aceh Drs. Bahtiar, S.Pd, dan Penelaah Tehnik Kebijakan Bidang Pembudayaan Olahraga DISPORA Aceh, Bapak. Harry Parulian Siregar, S.Pd, M.Pd, Saat Dialog di banda Aceh Pagi, Pro 1 LPP RRI
Foto : Wakil Ketua II KONI Aceh Drs. Bahtiar, S.Pd, dan Penelaah Tehnik Kebijakan Bidang Pembudayaan Olahraga DISPORA Aceh, Bapak. Harry Parulian Siregar, S.Pd, M.Pd, Saat Dialog di banda Aceh Pagi, Pro 1 LPP RRI
SHARE

Inversi. Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII, yang digelar di Jakarta (1–10 November 2025), sekali lagi menegaskan posisi event ini sebagai melting pot talenta muda nasional.

Contents
Tantangan Proses dan Keterbatasan WaktuEfisiensi Anggaran Melalui Strategi Atlet IndividuStudent-Athlete Model Sentralisasi

Sementara perolehan medali (1 emas, 5 perak, 8 perunggu) kontingen Aceh menunjukkan kerja keras atlet, evaluasi pasca-POPNAS yang dilakukan oleh KONI Aceh menyoroti tantangan mendasar: perlunya strategi pembinaan jangka panjang (Long-Term Athlete Development atau LTAD) dan manajemen anggaran yang efisien untuk mencetak atlet elit.

POPNAS adalah arena di mana nilai-nilai persatuan, sportivitas, dan kedisiplinan diuji. Kehadiran atlet muda dari 38 provinsi yang berlaga di 23 cabang olahraga mulai dari Bulutangkis, Sepak Bola, hingga Wushu dan Dayung merupakan indikator kesehatan ekosistem olahraga nasional. Setiap atlet adalah juara sejati, terlepas dari warna medali yang diraih, karena telah berani bersaing dan membawa nama baik daerah.

Namun, di balik semangat persaingan, perlu ada analisis mendalam mengenai proses pembinaan. Drs. Bahtiar, S.Pd., Wakil Ketua II KONI Aceh, saat berdialog di RRI Banda Aceh, memberikan tanggapan yang lugas mengenai capaian kontingen Aceh.

Tantangan Proses dan Keterbatasan Waktu

Bahtiar secara jujur mengakui bahwa perolehan medali yang relatif rendah (one gold medal only) adalah konsekuensi dari keterbatasan waktu pembinaan.

“Mempersiapkan atlet untuk Tim Nasional sangatlah berat, dan tidaklah cukup dengan 50 hari latihan. Wajar jika kontingen Aceh di POPNAS tahun ini hanya memperoleh 1 medali emas,” terang Bahtiar.

Pernyataan ini menggarisbawahi kegagalan dalam penerapan LTAD filosofi yang menyatakan bahwa mencari atlet berprestasi membutuhkan waktu yang cukup panjang, dimulai dari usia dini (SLTP dan SLTA). Program seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang dahulu rutin dilaksanakan oleh Dispora harus diintensifkan kembali, karena ia merupakan fondasi vital dalam tahap pembibitan.

Efisiensi Anggaran Melalui Strategi Atlet Individu

Menghadapi situasi ekonomi dan anggaran yang sangat terbatas, KONI Aceh mengusulkan strategi yang berfokus pada efisiensi dan spesialisasi. “Kedepannya KONI Aceh akan mengatur strategi dengan mengutamakan Atlet Kecabangan Individu dikarenakan situasi ekonomi atau anggaran yang sangat terbatas,” tambahnya.

Strategi ini bersifat rasional. Cabang olahraga individu (seperti Atletik, Karate, atau Catur) seringkali membutuhkan anggaran logistik dan mobilisasi yang lebih rendah dibandingkan cabang olahraga beregu (seperti Sepak Bola atau Bola Basket) yang membutuhkan kontingen besar dan fasilitas yang kompleks.

Baca Juga :

Bahlil Tegas! Golkar Dilarang Jadi Kendaraan Bisnis, Kader Diminta Jaga Integritas Partai
AHY Doakan Duet Anies-Cak Imin Sukses Pada Pilpres 2024

Dengan fokus pada spesialisasi, anggaran yang terbatas dapat dialokasikan secara intensif untuk beberapa atlet terpilih, memaksimalkan peluang medali.

Student-Athlete Model Sentralisasi

Sebagai langkah konkret, KONI Aceh mengusulkan pola strategi sentralisasi yang mengadopsi konsep student-athlete model. Atlet individu terpilih misalnya empat orang Atletik dan empat orang Karate akan diikutsertakan dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) atau sentralisasi, sambil mereka tetap bersekolah di SMA 9 Banda Aceh.

Model ini menawarkan solusi cerdas terhadap tantangan transisi pembinaan:

  • Integrasi Pendidikan: Atlet tetap memperoleh pendidikan formal yang baik, sehingga karir mereka tidak hanya bergantung pada olahraga (dual career path).
  • Latihan Intensif: Dengan tinggal dan berlatih di lingkungan yang terpusat, atlet dapat menjalani program latihan yang terstruktur dan memadai, jauh lebih efektif daripada latihan desentralisasi.

KONI Aceh kini mengemban tugas untuk terus memberikan masukan dan saran kepada Dispora Aceh agar pola strategi ini dapat segera disusun dan diimplementasikan. POPNAS XVII menjadi momentum penting untuk mengubah mentalitas: dari sekadar partisipasi menjadi investasi berkelanjutan dalam SDM olahraga Aceh.

You Might Also Like

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Asian Boxing U19 dan U23 2026: Enam Petinju Indonesia Hadapi Laga Penentuan
Muchova vs Noskova, Final Impian Ceko Tersaji di Wimbledon 2026
TAGGED:EfisiensiModelPascaPopnasPopnas XVIIStrategiStudent
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sampai Titik Terakhirmu Film Sampai Titik Terakhirmu Angkat Kisah Nyata Albi dan Shella yang Siap Menguras Emosi Penonton
Next Article Foto : Kegiatan Seni dan Olahraga (Senor) sebagai ajang pengembangan minat dan bakat siswa di bidang seni dan olahraga SMKN 4 Bandar Lampung Cetak Lulusan Kejuruan Unggul Akademik & Non-Akademik
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Olahraga

Djokovic vs Sinner, Duel Generasi Berebut Tiket Final Wimbledon 2026

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
Olahraga

Erick Thohir Resmikan Festival Grassroots Piala Presiden 2026, Dorong Pembinaan Sepak Bola dari Usia Dini

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index