Halo Inversi! Pemerintah Kabupaten Tabalong baru saja memberikan support besar-besaran untuk masa depan lo. Sebanyak 9.022 pelajar SD dan SMP di Tabalong menerima kucuran beasiswa fantastis senilai total Rp12,1 Miliar!
Penyerahan beasiswa ini yang diadakan di SDN 2 Pembataan, Murung Pudak, Senin (03/11/2025) diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani (H. Fani).
INCLUSIVE INVESTMENT: BEASISWA BUAT SEMUA SKILL LEVEL
Plt Kepala Disdikbud Tabalong, H Hasbi, menjelaskan bahwa beasiswa ini dirancang sangat inklusif, mencakup tiga kategori krusial:
- Berprestasi: Diberikan kepada siswa ranking 1, 2, dan 3 di setiap rombongan kelas (SD hingga SMP). Ini adalah reward bagi academic excellence.
- Kurang Mampu: Disalurkan berdasarkan data Silangkar Dinsos, memastikan support tepat sasaran untuk equal access pendidikan.
- Anak Berkebutuhan Khusus (ABK): Penyaluran khusus untuk menjamin pendidikan yang inklusif bagi semua.
Poin Intelektualnya: Kebijakan ini mencerminkan mindset investasi SDM yang holistik. Pemerintah Tabalong menyadari bahwa untuk membangun peradaban yang baik, investasi harus merata mendukung yang pintar sekaligus memfasilitasi yang kurang beruntung agar tidak ada lagi gap pendidikan.
MINDSET SHIFT: DARI SISWA MENJADI PLAYER
Bupati H. Fani menegaskan bahwa beasiswa ini adalah langkah strategis untuk masa depan Tabalong. Tujuan utamanya sangat jelas: memerangi angka putus sekolah. “Ini upaya kami untuk bagaimana anak-anak Tabalong ke depan tidak boleh lagi ada yang putus sekolah,” kata H. Fani.
Bupati juga menanamkan semangat leadership dan ambisi kepada generasi muda Tabalong. Ia tidak hanya berharap anak-anak pintar, tetapi menjadi pemain kunci di daerahnya sendiri. “Anak-anak generasi muda Tabalong harus semangat dan siap menjadi pemain di Kabupaten Tabalong, makanya kalian harus pintar, sekolah, dan kuliah,” harapnya.
Intinya: Beasiswa Rp12,1 Miliar ini adalah sinyal kuat bahwa Pemerintah Tabalong serius dalam upgrading SDM. Investasi ini memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi atau kondisi fisik, memiliki akses dan motivasi untuk sekolah, kuliah, dan akhirnya menjadi key player dalam pembangunan daerah.