INVERSI.ID – Talenta digital, dan keamanan siber menjadi fokus utama Telkom dalam memperkuat komitmennya mencetak generasi muda yang siap menghadapi era transformasi digital. Melalui program Digistar Class Intern, Telkom Indonesia kembali meluncurkan dua kelas pelatihan spesial yang menggandeng dua raksasa teknologi dunia, yakni IBM Indonesia dan F5 Networks.
Dua kelas yang digelar secara daring ini mengangkat topik strategis yang tengah naik daun di industri global, yaitu kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber. Kegiatan bertajuk “Secure The Future: Cybersecurity Essentials for Young Professionals” dan “The Hot Future Skill: Shaping Tomorrow’s Workforce” berhasil menjangkau lebih dari 380 peserta yang mayoritas berasal dari mahasiswa magang serta komunitas digital DigiClub.
Menurut VP Human Capital Culture & Industrial Relations Telkom, Iwan Setiawan, hadirnya kelas ini merupakan wujud nyata upaya Telkom menjembatani kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang teknologi mutakhir.
“Kebutuhan akan talenta di bidang AI dan Cyber Security terus meningkat di berbagai industri, dari keuangan, telekomunikasi, hingga pemerintahan. Telkom hadir menjembatani kebutuhan ini dengan pelatihan yang relevan dan aplikatif,” jelas Iwan dalam keterangan tertulis.
Urgensi Talenta Digital di Era Transformasi Industri
Keamanan siber dan kecerdasan buatan bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak bagi dunia usaha dan pemerintahan dalam menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks. Menurut laporan World Economic Forum (WEF) 2024, profesi seperti AI Specialist dan Cybersecurity Analyst masuk dalam daftar 10 pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat secara global.
Data ini selaras dengan kondisi industri di Indonesia yang saat ini menghadapi ancaman serangan siber yang meningkat pesat, sekaligus dituntut melakukan inovasi berbasis data untuk bersaing di pasar global. Pelatihan yang disediakan Telkom melalui Digistar Class Intern hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan praktis dan aplikatif.
Telkom sendiri memandang penguatan kompetensi sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas dalam strategi bisnis mereka yang berfokus pada tiga pilar utama: Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Services. Dengan kata lain, membangun infrastruktur digital saja tidak cukup tanpa disertai kesiapan SDM yang mumpuni.
Materi Berkelas dari Praktisi Global
Pada kelas keamanan siber, pembicara dari F5 Networks, Doddy Widanto, menyajikan pemaparan mendalam tentang lanskap ancaman digital terkini. Doddy menyoroti pentingnya strategi proteksi aplikasi dan API secara menyeluruh dalam menghadapi serangan siber yang semakin canggih.
Ia juga memperkenalkan teknologi industri seperti Web Application Firewall (WAF) dan Web Application & API Protection (WAAP) yang saat ini menjadi standar perlindungan di berbagai perusahaan besar dunia. Para peserta pun diajak memahami secara teknis cara kerja sistem keamanan ini dalam melindungi data penting perusahaan.
Sementara itu, kelas kecerdasan buatan yang dibawakan oleh Ryan Renaldy dari IBM Indonesia menekankan peran AI dalam mendukung transformasi bisnis lintas sektor. Ryan memberikan semangat kepada peserta untuk terus belajar dan terbuka terhadap perubahan di era digital.
“Always be curious dan jangan berhenti belajar dari siapapun,” pesannya.
IBM juga memperkenalkan platform AI seperti Watson dan Cloud Pak for Data yang memungkinkan perusahaan melakukan otomasi proses bisnis, menganalisis big data, hingga mengembangkan solusi berbasis machine learning secara praktis. Peserta bahkan diajak mencoba langsung platform tersebut melalui demo interaktif.
Menyiapkan Generasi Unggul Melalui Digistar Class Intern
Program Digistar Class Intern merupakan salah satu inisiatif unggulan Telkom dalam upaya membangun kapabilitas generasi muda Indonesia. Program ini tidak hanya menyasar mahasiswa magang internal Telkom, tetapi juga melibatkan komunitas digital di luar perusahaan seperti DigiClub.
Dengan menghadirkan materi yang disusun oleh para pakar dari perusahaan teknologi kelas dunia, Digistar Class Intern menempatkan peserta pada level yang kompetitif secara global. Harapannya, para lulusan program ini siap memasuki dunia kerja dengan skill set yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bukti bahwa Telkom bukan hanya membangun jaringan telekomunikasi, tetapi juga membangun jaringan manusia unggul yang siap mengisi berbagai lini strategis di era digital.
Komitmen Telkom bagi Indonesia Emas 2045
Di tengah visi besar Indonesia Emas 2045, program-program seperti Digistar Class Intern diharapkan menjadi pondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap disrupsi teknologi.
“Kami percaya bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di level global. Melalui Digistar Class Intern, kami ingin memfasilitasi mereka untuk belajar langsung dari para praktisi dunia, sehingga ke depan mereka bisa menjadi penggerak transformasi digital bangsa,” pungkas Iwan Setiawan.
Kedepannya, Telkom berencana untuk memperluas jangkauan Digistar Class Intern ke lebih banyak universitas dan komunitas di seluruh Indonesia, sehingga semakin banyak generasi muda yang dapat merasakan manfaatnya.***