SEMARANG, INVERSI – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali menegaskan komitmennya memperkuat fondasi pendidikan, literasi, dan pemuda sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Penegasan itu disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam kunjungan kerja (kunker) reses Komisi X DPR RI di Balai Kota Semarang, Rabu (10/12).
Agustina memaparkan bahwa berbagai program pendidikan, termasuk pembenahan akses layanan, telah menunjukkan hasil signifikan.
“Kami mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya dari Kementerian Dalam Negeri untuk perbaikan akses layanan pendidikan. Ini selaras dengan peningkatan rapor pendidikan Kota Semarang dari 83,66 menjadi 84,12,” ujar Agustina dikutip dari keterangan resminya, Kamis (11/12/2025).
Lebih lanjut, Agustina menyampaikan Pemkot Semarang terus berupaya memastikan kebutuhan pendidikan masyarakat terpenuhi.
Ia menyebut keluarga dengan pendapatan sekitar Rp5 juta per bulan membutuhkan dukungan biaya pendidikan mencapai Rp70–90 miliar per tahun untuk jenjang SD hingga SMA. Atas dasar itu, Pemkot mulai memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha.
“Kami sedang mengupayakan forum CSR. Kami menawarkan nama-nama anak yang mengajukan beasiswa langsung kepada kantor atau perusahaan yang memiliki program pendidikan,” tutur Agustina.
Di sisi bersamaan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, mengapresiasi langkah progresif Kota Semarang.
“Semangat Kota Semarang sebagai kota cerdas menjadi perhatian dan kebanggaan bagi kami,” katanya.
Adapun langkah ini menjadi strategi Pemkot agar akses pendidikan tetap terbuka, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan.