By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Tren Pernikahan Dini Bikin Prihatin, Ini Dampaknya Buat Masa Depan Anak Muda
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tren Pernikahan Dini Bikin Prihatin, Ini Dampaknya Buat Masa Depan Anak Muda

LifeStyle

Tren Pernikahan Dini Bikin Prihatin, Ini Dampaknya Buat Masa Depan Anak Muda

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi pernikahan remaja. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Fenomena pernikahan dini masih menjadi sorotan serius di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dalam dua bulan pertama tahun 2025, tercatat ada 85 remaja perempuan menikah di bawah usia 20 tahun, sebagian besar karena kehamilan di luar nikah maupun faktor tradisi.

Contents
Angka yang Masih MengkhawatirkanDampak Pernikahan Anak: Putus Sekolah dan Risiko KesehatanRisiko Sosial: Kemiskinan dan Kekerasan Dalam Rumah TanggaPemerintah Siapkan Regulasi Pengetatan Dispensasi Nikah

“Pernikahan dini di Jombang lebih banyak terjadi karena tradisi, di mana anak yang baru lulus sekolah langsung dinikahkan,” ujar dr. Pudji Umbaran, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Kabupaten Jombang, Rabu (9/4).

Angka yang Masih Mengkhawatirkan

Dari data DPPKB-PPPA, pada Januari 2025 tercatat ada 50 kasus pernikahan dini. Sementara Februari terdapat 35 kasus. Jumlah ini menyumbang 6,85 persen dari total pernikahan yang terjadi selama dua bulan tersebut.

Sebagai perbandingan, mayoritas pernikahan terjadi pada usia 21–25 tahun sebanyak 564 pasangan, usia 26–30 tahun sebanyak 338 pasangan, dan di atas 30 tahun sebanyak 252 pasangan.

“Untuk bulan Maret, kami masih menunggu laporan lengkap,” tambah dr. Pudji.

Dampak Pernikahan Anak: Putus Sekolah dan Risiko Kesehatan

Data dari Women’s Crisis Center (WCC) Jombang menyebutkan, dalam empat tahun terakhir terdapat 1.511 permohonan dispensasi nikah yang diajukan oleh anak-anak di bawah usia 19 tahun ke Pengadilan Agama Jombang.

Menurut Ana Abdillah, Direktur WCC Jombang, pernikahan anak memiliki banyak konsekuensi serius.

“Banyak anak yang akhirnya putus sekolah, berisiko mengalami anemia, kematian saat melahirkan, serta malnutrisi karena belum siap secara fisik maupun mental,” jelas Ana.

Risiko Sosial: Kemiskinan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Dampak lain dari pernikahan dini yang tak kalah mengkhawatirkan adalah meningkatnya risiko kemiskinan dan kekerasan dalam rumah tangga.

Baca Juga :

Pemerintah Hadapi Ancaman Wabah & Krisis Kesehatan Melalui Permenkes Terbaru!
5 Film Horor Indonesia yang Tayang di Bioskop pada Maret 2024

“Anak yang menikah muda seringkali terpaksa bekerja dalam sektor informal dengan upah rendah, yang menyebabkan kemiskinan ekstrem turun-temurun,” lanjutnya.

Selain itu, ketidaksiapan mental dan ekonomi sering kali memicu konflik rumah tangga, bahkan kekerasan.

Pemerintah Siapkan Regulasi Pengetatan Dispensasi Nikah

Ana juga menambahkan bahwa pemerintah pusat telah menyadari risiko serius ini.

“Menteri PPPA menyatakan akan segera memperketat mekanisme pengajuan dispensasi nikah agar tidak bisa sembarangan didapatkan,” ujarnya.

Di sisi lain, data dari DPPKB-PPPA Jombang menunjukkan angka pernikahan dini lebih tinggi dibandingkan Pengadilan Agama, yakni lebih dari 2.600 kasus dalam empat tahun terakhir. Perbedaan ini karena definisi usia yang digunakan: DPPKB-PPPA mencatat pernikahan di bawah usia 20 tahun, sementara Pengadilan Agama mengacu pada usia di bawah 19 tahun.

Pernikahan anak masih menjadi tantangan serius di daerah seperti Jombang. Meskipun sebagian masyarakat masih memandangnya sebagai bagian dari tradisi, dampak negatifnya terhadap pendidikan, kesehatan, dan masa depan anak sangat besar.

Sudah saatnya Gen Z dan pelajar lebih sadar akan pentingnya merencanakan masa depan dengan matang, serta mendorong lingkungan untuk memberikan dukungan edukasi dan perlindungan terhadap anak-anak, terutama perempuan, agar tidak menjadi korban dari pernikahan dini.***

You Might Also Like

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia
Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027
Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta
Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos
Harga Avtur Melonjak, Kemenpar dan Kemenhub Cari Cara Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
TAGGED:Anak MudaPernikahan Dini
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kebiasaan Begadang di Usia Muda Bisa Picu Penyakit Mematikan!
Next Article Tradisi Keren! Pemkot Cilegon Apresiasi 226 Pelajar Berprestasi dengan Hadiah Spesial Tradisi Keren! Pemkot Cilegon Apresiasi 226 Pelajar Berprestasi dengan Hadiah Spesial
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Tak Hanya Bali, Kemenpar Genjot 10 Destinasi Prioritas untuk Tarik Wisatawan Mancanegara

2 weeks ago
Travel

Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara

2 weeks ago
Travel

Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata

2 weeks ago
Travel

Instalasi Sunflower Angel Jadi Magnet Baru di Candi Prambanan, Pengunjung Membludak

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index