By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Usai Sedekade Mengabdi di Google, Ilmuwan Ini Sebut Ada Bahaya AI di Masa Depan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Usai Sedekade Mengabdi di Google, Ilmuwan Ini Sebut Ada Bahaya AI di Masa Depan

Terkini

Usai Sedekade Mengabdi di Google, Ilmuwan Ini Sebut Ada Bahaya AI di Masa Depan

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

Seorang tokoh ilmuwan sebut ada bahaya dalam artificial intelligence (AI) di masa depan, usai mengabdi sedekade di Google.

Contents
Potensi Bahaya AIKunci Masa DepanPandangan yang Berubah

Ilmuwan tersebut, merupakan guru AI alias The Godfather of AI, bernama Geoffrey Hinton yang telah mengundurkan diri dari Google, usai lebih dari beberapa dekade mengabdi di perusahaan teknologi tersebut.

Potensi Bahaya AI

The Godfather of AI, Geoffrey Hinton mengatakan, terdapat potensi bahaya artificial intelligence (AI) di masa depan.

Bahkan, dirinya sangat menyesal telah menciptakan dan mengembangkan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tersebut.

Selama di Google, ilmuwan tersebut dikatakan sebagai pelapor dari sejumlah produk yang menggunakan artificial intelligence (AI).

Kunci Masa Depan

Artificial intelligence (AI) oleh Geoffrey Hinton, sempat diyakini sebagai kunci masa depan perusahaan Google. Karena terdapat jaringan syaraf pembelajaran sebuah teks digital.

Saat itu, artificial intelligence (AI) dianggap menjadi sebuah solusi bagi mesin pencarian seperti Google yang memahami dan menghasilkan teks dan bahasa.

Pandangan yang Berubah

Namun, produk AI berkembang dengan munculnya OpenAI yang mulai mengembangkan ChatGPT.

Padahal, The Godfather of AI berpendapat, apa yang terdapat pada otak manusia lebih baik dari sebuah kecerdasan buatan, seperti artificial intelligence (AI).

Baca Juga :

Fakta Menarik Klub Bola Italia Como, Dibeli Keluarga Terkaya di Indonesia Jadi Lebih Baik
Chat Lock, Fitur Baru WhatsApp yang Bikin Chat Makin Aman

Kemudian, pada artificial intelligence (AI), juga dinilai sebagai alat untuk menyebarkan informasi yang salah, berupa teks hingga foto yang membahayakan masa depan manusia.

Terlebih, saat ini, artificial intelligence (AI) juga disebut dapat menggantikan sejumlah pekerjaan yang kini dikerjakan oleh manusia.

Pada akhirnya, manusia akan kehilangan pekerjaan karena direbut oleh artificial intelligence (AI).

Apa lagi, artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, disebut oleh The Godfather of AI dapat digunakan oleh oknum jahat untuk menyebarkan kejahatannya.

Terlebih, saat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), oleh The Godfather of AI semakin akan menghilangkan pekerjaan manusia.

Bahkan, oleh Co-founder Microsoft Bill Gates sebut artificial intelligence (AI), bakal jadi asisten peneliti untuk menulis esai meski masih banyak kerentanan.

Prediksi Co-founder Microsoft Bill Gates soal artificial intelligence (AI), akan terjadi dalam 18 bulan kedepan.

You Might Also Like

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN
Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Ma’ruf Amin Lakukan Kunjungan Kerja ke 3 Provinsi di Sumatera, Ini Agendanya!
Next Article Viral Kisah Dokter Wayan, Tinggal dan Melayani Pasien di Rumah Terbengkalai
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index