Hai Inversi! Suasana penuh sukacita terasa di Gedung Serbaguna STB HKBP Laguboti, Kabupaten Toba, Senin (06/10/2025). Sebanyak 31 wisudawati Program Studi Misiologi resmi diwisuda dalam sidang terbuka.
Momen ini bukan sekadar seremoni, tapi juga jadi tanda lahirnya generasi baru pelayan perempuan yang siap menghadirkan transformasi nyata di tengah gereja dan masyarakat.
Tema Kekinian, Pesan Mendalam
Wisuda kali ini mengangkat tema “Bermisi Melalui Musik dan Kidung Pujian” (Efesus 5:19) dengan subtema “Wisudawati diutus untuk bermisi guna menghadirkan transformasi bagi perempuan, gereja, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan di era digital, masyarakat plural, serta perubahan sosial.”
Ketua STB HKBP, Pdt. Maruhum Simangunsong, M.Th, menegaskan bahwa sejak berdiri tahun 1934, STB HKBP tetap konsisten mempersiapkan Bibelvrouw (pelayan perempuan) yang handal, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Sejak dulu, kurikulum kami memang dirancang khusus untuk membekali perempuan muda jadi agen perubahan lewat nilai dan ajaran Kristus,” ujarnya.
Wisudawati Berprestasi
Dari 31 wisudawati, dua di antaranya berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Mereka adalah Putri Wanti Martaulina Tambunan dengan IPK 3,78 dan Lilis Febri Y. Lumbantobing dengan IPK 3,76. Dengan tambahan ini, total alumni Program Studi Misiologi STB HKBP sudah mencapai 347 orang.
Wakil Ketua I Bidang Akademik, Pdt. Dr. Fitry Hanna Hutagalung, menambahkan bahwa STB HKBP terus berkomitmen untuk memberdayakan perempuan dan pemuda, termasuk lewat beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang punya keterbatasan finansial.
Apresiasi dari Pemerintah dan Gereja
Bupati Toba yang diwakili Asisten Perekonomian Setdakab Toba, Jonni Lubis, memberikan ucapan selamat kepada para wisudawati. Menurutnya, kehadiran mereka akan memberikan warna baru dan kontribusi positif di tengah masyarakat.
“Hari ini jadi langkah awal untuk mengabdi. Kami percaya, para wisudawati akan terus jadi berkat bagi banyak orang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pdt. Dr. Deonal Sinaga, Kepala Departemen Koinonia HKBP. Ia berharap para lulusan tidak berhenti belajar dan terus melakukan transformasi diri.
“Berkarya terus, jangan berhenti. Lulusan STB HKBP harus jadi contoh nyata transformasi,” pesannya.
Jejak Sejarah dan Masa Depan
Sebagai satu-satunya sekolah Bibelvrouw di dunia, STB HKBP bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan pusat lahirnya perempuan pelayan yang tangguh, visioner, dan mampu bersaing di era digital.
Acara wisuda ini juga dihadiri banyak tokoh penting, mulai dari pejabat Pemkab Toba, pimpinan HKBP, akademisi, hingga para orangtua wisudawati yang dengan bangga menyaksikan anak-anak mereka melangkah ke babak baru kehidupan.
Wisuda kali ini bukan akhir, tapi justru awal dari sebuah perjalanan. Para lulusan STB HKBP Laguboti siap menyalakan lilin transformasi di tengah gelapnya tantangan zaman. Dari Toba untuk dunia, mereka akan terus mengabdi, melayani, dan menghadirkan terang Kristus.