Jatim, inversi.id – Selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025, Satlantas Polres Bojonegoro mencatat angka fantastis. Total sebanyak 100.228 tindakan kepolisian dilayangkan kepada pengguna jalan di wilayah Bojonegoro mulai tanggal 17 hingga 30 November.
Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Deni Eko Prasetyo, mengungkapkan bahwa operasi ini mengedepankan pendekatan humanis namun tegas. Hal ini terbukti dari dominasi “Teguran Presisi” yang mencapai 98.158 kasus. Sisanya merupakan penindakan hukum melalui teknologi canggih dan manual.
“Total penindakan mencapai 100.228 pelanggaran. Mayoritas adalah teguran presisi sebanyak 98.158, sementara sisanya ditindak lewat tilang elektronik maupun manual,” jelas Deni pada Selasa lalu.
Rincian Penindakan:
- Teguran Simpatik (Presisi): 98.158 pengendara.
- ETLE Statis (Kamera Lampu Merah): 1.473 pelanggar.
- ETLE Mobile (Mobil INCAR): 595 pelanggar.
- Tilang Manual: 2 pelanggar.
Pelanggaran kasat mata masih didominasi oleh kelalaian keselamatan dasar. Sebanyak 1.159 pengendara tertangkap kamera tidak mengenakan helm, diikuti 913 pengemudi tanpa sabuk pengaman. Teknologi ETLE juga berhasil menangkap 5 pengemudi yang asyik bermain ponsel dan satu pelanggaran marka jalan.
AKP Deni menegaskan, operasi ini bukan sekadar memberikan sanksi, melainkan langkah cooling system atau cipta kondisi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 agar lalu lintas tetap kondusif.