By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Upaya Sunyi Tim SAR Menghadapi Duka, Kepanikan, dan Tekanan Psikologis Korban Bencana di Sumatera
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Upaya Sunyi Tim SAR Menghadapi Duka, Kepanikan, dan Tekanan Psikologis Korban Bencana di Sumatera

Terkini

Upaya Sunyi Tim SAR Menghadapi Duka, Kepanikan, dan Tekanan Psikologis Korban Bencana di Sumatera

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
7 months ago
Share
2 Min Read
Banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tim SAR dan BASARNAS harus bekerja dengan penuh empati menghadapi berbagai problem dari korban bencana. (Foto, Antara)
SHARE

LANGKAT
Di balik operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung tanpa henti di Sumatera, Tim SAR dan Basarnas menghadapi bukan hanya medan berat, tetapi juga gelombang emosional dari para korban bencana banjir dan longsor.

Kekurangan makanan, listrik yang belum pulih, kelangkaan air bersih, hingga kecemasan akan keselamatan keluarga membuat warga berada dalam kondisi tertekan. Situasi itu kerap memunculkan ledakan emosi, sebagaimana terlihat dalam sebuah video viral dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ketika seorang ibu meluapkan kemarahannya kepada personel Basarnas yang dianggap lambat membantu, pada Senin (1/12)

Menanggapi hal tersebut, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menegaskan petugas di lapangan bekerja berdasarkan standard operating procedure (SOP) yang mengatur prioritas evakuasi. “Kami harus membuat prioritas. Mana kelompok rentan, ibu-ibu, anak-anak, bayi, dan lainnya,**” ujar Edy di Dermaga Inggom, Tanjung Priok, Jakarta, seperti dilansir ari Antara, Selasa (2/12).

Ia menjelaskan, warga sering kali melihat personel SAR bergerak hilir-mudik tanpa memahami bahwa mereka sedang menjalankan tugas yang sangat terstruktur. Sementara kebutuhan warga di lapangan terus meningkat dan tak jarang bercampur dengan kepanikan serta rasa putus asa.

Meski menghadapi tekanan emosional, Edy menyebut pihaknya memahami kondisi psikologis warga di tengah bencana. “Hal umum, jika ada yang bersikap seperti itu, untuk berpikir sehat ya agak susah. Muncul bagaimana dia mempertahankan diri, bagaimana supaya bisa hidup,” katanya.

Tekanan serupa juga muncul dari keluarga korban yang masih hilang dan menuntut pencarian dilakukan tanpa jeda, termasuk di malam hari. Namun, Edy menegaskan bahwa keselamatan tim juga harus dijaga.

“Masyarakat kadang tidak mau tahu, pokoknya ‘cari malam ini!’, padahal justru bisa mengorbankan tim kami.” Meski begitu, pemantauan dan penyisiran tetap dilakukan semaksimal mungkin. Di tengah duka dan keputusasaan, para personel SAR terus berusaha hadir sebagai sandaran terakhir warga yang kehilangan hampir segalanya.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:BasarnasLangkatTim SAR
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Petugas Satlantas Menegur Pengendara di Bojonegoro (foto : Tri) 100 Ribu Lebih Pengendara Ditegur dan Ditilang Saat Operasi Zebra di Bojonegoro
Next Article Banyak Teman Atau Circle Kecil, Mana yang Lebih Baik?
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

7 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

9 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index