INVERSI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 622 warga Jakarta Utara masih mengungsi akibat banjir yang merendam permukiman mereka sejak Senin (12/1).
“Hingga pukul 18.00 WIB, total ada 622 orang yang mengungsi akibat banjir di Jakarta Utara,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta, Selasa.
Menurut Yohan, ratusan pengungsi tersebut tersebar di dua kecamatan, yakni Cilincing dan Tanjung Priok. Di Kecamatan Cilincing, jumlah pengungsi terbanyak berada di Kelurahan Semper Timur dengan total 330 orang dari 66 kepala keluarga.
Para pengungsi di wilayah tersebut menempati sejumlah titik, antara lain Masjid Al Hidayah, Kantor Kelurahan Semper Timur, Masjid Al Labino, Masjid Jurul Mukminin, Gedung Tirta Kemala Sari, serta Klinik Pratama.
Sementara itu, di Kelurahan Kalibaru tercatat 68 jiwa dari 50 kepala keluarga yang mengungsi di Gedung Pelayanan Masyarakat. Adapun di Kelurahan Sukapura, sebanyak 49 orang dari 12 kepala keluarga terpaksa mengungsi di Bengkel Mobil Gading Griya Lestari.
Di Kecamatan Tanjung Priok, banjir menyebabkan 175 warga Kelurahan Warakas mengungsi di beberapa lokasi, seperti Mushalla Baiturrahim, Masjid Miftahulsalam, dan Mushalla Al Wasilatul Iman. Selain itu, sebanyak 67 warga Kelurahan Papanggo tercatat mengungsi di Masjid Nurul Jamal, Kolong Tol RW 08, serta Masjid Baba Alun RW 07.
BPBD DKI Jakarta juga melaporkan bahwa genangan air masih terjadi di satu RT di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, dengan ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter.
Untuk menangani kondisi tersebut, BPBD terus mengerahkan personel guna memantau genangan di seluruh wilayah terdampak. Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
Selain upaya teknis, pemerintah daerah juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir.
“Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” kata Yohan.
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat memastikan Pemerintah Kota Jakarta Utara berkomitmen memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih mengungsi.
“Kami memastikan saudara-saudara kita yang mengungsi mendapatkan pelayanan yang layak serta kebutuhan mereka dapat terpenuhi,” katanya.