By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: 85 Negara Naikkan Harga BBM, Indonesia Tetap Tenang – Strategi Pemerintah Jadi Benteng Rakyat
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » 85 Negara Naikkan Harga BBM, Indonesia Tetap Tenang – Strategi Pemerintah Jadi Benteng Rakyat

EkonomiTerkini

85 Negara Naikkan Harga BBM, Indonesia Tetap Tenang – Strategi Pemerintah Jadi Benteng Rakyat

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 months ago
Share
4 Min Read
(Ilustrasi) Saat dunia dilanda lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik global, Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kontras. Pemerintah memilih tetap melindungi daya beli rakyat dengan menahan harga BBM subsidi (Foto, generate AI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Saat dunia dilanda lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik global, Indonesia justru menunjukkan ketahanan yang kontras. Ketika puluhan negara terpaksa menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah memilih tetap melindungi daya beli rakyat dengan menahan harga BBM subsidi.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari 2026 telah memicu gelombang kenaikan harga energi global. Setidaknya 85 negara tercatat mengalami lonjakan harga bensin hanya dalam hitungan minggu.

Di banyak negara, masyarakat kini harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk mengisi bahan bakar—sebuah kondisi yang berbanding terbalik dengan situasi di Indonesia.

Di Amerika Serikat, harga bensin melonjak dari 2,94 dolar AS per galon menjadi 3,58 dolar AS, atau naik sekitar 20 persen. Bahkan di wilayah seperti California, harga telah menembus 5 dolar AS per galon—level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Di Jerman, harga bensin juga meningkat signifikan dari 2,08 menjadi 2,36 dolar AS per liter. Sementara di kawasan Asia, lonjakan lebih ekstrem terjadi di Vietnam yang mencatat kenaikan hampir 50 persen hanya dalam waktu dua minggu.

Negara lain seperti Laos, Kamboja, hingga Australia juga mengalami tekanan serupa. Bahkan negara maju seperti Singapura ikut terdampak fluktuasi harga energi global yang sulit dikendalikan.

Kenaikan ini dipicu terganggunya jalur distribusi minyak global, terutama di Selat Hormuz—jalur vital yang menghubungkan pasokan energi dari Timur Tengah ke seluruh dunia.

Lonjakan harga energi membuat banyak negara mengambil langkah darurat. Pemerintah Jepang bersiap melepas cadangan minyak strategis, sementara Korea Selatan bahkan menetapkan batas harga maksimum BBM—kebijakan yang baru pertama kali diterapkan dalam tiga dekade.

Di Eropa, Presiden Emmanuel Macron mengusulkan pelepasan hingga 30 persen cadangan minyak strategis demi meredam lonjakan harga bagi masyarakat.

Baca Juga :

Profil dan Biodata Lengkap Arum Nazlus, Atlet Panahan Berkuda Jadi Juara Dunia di Usia Muda
Prestasi Pembalap Indonesia di Dunia Jadi Bukti Sukses Pembinaan Nasional

Sementara di Asia Selatan, dampaknya lebih drastis. Bangladesh sampai menutup kampus untuk menghemat energi, sedangkan Pakistan menerapkan kebijakan kerja empat hari dan pembatasan aktivitas publik.

Fakta ini menunjukkan bahwa bahkan negara maju sekalipun tidak mampu sepenuhnya menahan gejolak harga energi global.

Indonesia Jadi Pengecualian

Di tengah tekanan global tersebut, Indonesia justru tampil sebagai pengecualian. Pemerintah memilih menjaga stabilitas harga BBM subsidi demi melindungi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi bawah.

Kebijakan ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap daya beli rakyat di tengah ancaman inflasi energi global.

Peran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dinilai krusial dalam memastikan pasokan energi tetap aman sekaligus harga tetap terkendali.

Langkah ini sekaligus menegaskan posisi pemerintah sebagai “benteng ekonomi rakyat”—di saat dompet warga dunia tergerus kenaikan energi, Indonesia justru menjaga stabilitas.

Lonjakan harga minyak tidak hanya berdampak pada BBM, tetapi juga merembet ke berbagai sektor lain. Energi merupakan tulang punggung rantai pasok global—mulai dari produksi pupuk hingga distribusi pangan.

Ekonom David McWilliams menyebut transportasi sebagai “urat nadi ekonomi global”, yang sangat bergantung pada energi.

Ketika harga energi naik, biaya logistik meningkat, dan pada akhirnya harga pangan ikut terdongkrak. Kondisi ini bahkan memicu kekhawatiran akan stagflasi—kombinasi antara inflasi tinggi dan perlambatan ekonomi.

Sejarah menunjukkan bahwa lonjakan harga minyak sering memicu krisis global, seperti pada 1973, 1978, dan 2008. Namun di tengah ancaman serupa saat ini, Indonesia justru menunjukkan resiliensi yang kuat.

Ketika 85 negara harus menaikkan harga BBM, Indonesia tetap berdiri kokoh menjaga stabilitas. Kebijakan tidak menaikkan harga BBM subsidi menjadi bukti konkret bahwa pemerintah hadir melindungi rakyat.

Di saat dunia menjerit karena inflasi energi, Indonesia justru memberi ruang bernapas bagi masyarakatnya—sebuah langkah strategis yang menegaskan bahwa ketahanan energi bukan sekadar soal pasokan, tetapi juga keberpihakan.

You Might Also Like

LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
TAGGED:Bahlil LahadaliaHarga BBM tetapKrisis globalSelat Hormuz
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Blok A Tanah Abang Tutup 20-26 Maret 2026, Siap Sambut Lebaran
Next Article Kasus Korupsi Kuota Haji: Yaqut Sempat Tahanan Rumah, Kini Kembali ke Rutan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index