BANGKOK
SEA Games 2025 akhirnya resmi bergulir dengan kemegahan luar biasa di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Selasa (9/12/2025) malam. Sorotan cahaya, parade budaya, hingga penampilan spektakuler bertema Green SEA Games menghadirkan suasana meriah yang memukau ribuan penonton.
Sejak video perjalanan sejarah SEA Games dari 1959—yang awalnya bernama SEAP Games—diputar, atmosfer haru dan bangga menyelimuti stadion. Ajang kawasan tertua di benua Asia ini kembali menjadi saksi lahirnya persaingan baru antarnegara Asia Tenggara, yang kini tidak hanya bertarung sebagai tetangga, tetapi sebagai negara yang ingin melompat ke level Asia.
Ya, SEA Games merupakan ajang olahraga kawasan di benua Asia yang terlama berlangsung karena sejak pertama kali digelar di tahun 1959, saat itu bernama, Southeast Asian Peninsular Games (SEAP Games), pentas olahraga ini tidak pernah berhenti digelar. Dibanding ajang kawasan lainnya, seperti Central Asian Games yang mulai berlangsung tahun 1995 di Tashkent, Uzbekistan, West Asian Games (1997 di Teheran, Iran), atau South Asian Games (1984 di Kathmandu, Nepal).
Bahkan, East Asian Games untuk negara-negara Asia Timur, seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Mongolia, Hong Kong, Makau, dan Taiwan yang pertama kali berlangsung di Shanghai tahun 1993, terakhir kali diselenggarakan pada 2013 di Tianjin, China dan tak pernah berlangsung lagi hingga kini.
Di hadapan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida, 11 negara peserta memasuki stadion melalui parade defile yang penuh warna dan emosi. Brunei Darussalam menjadi yang pertama disusul Kamboja.
Indonesia tampil di urutan ketiga dengan barisan atlet yang mengenakan baju adat dari berbagai daerah. Dipimpin Megawati Hangestri dan Robi Syianturi, 69 atlet dari enam cabang memperkenalkan Indonesia dengan bangga. Meski sempat diwarnai kontroversi keikutsertaan Kamboja yang mengirim atlet dalam jumlah minim, kemeriahan parade tak berkurang hingga defile ditutup oleh tuan rumah Thailand.
Sambutan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, serta penyalaan obor oleh Raja Vajiralongkorn menandai dimulainya pesta olahraga Asia Tenggara ke-33 ini. Indonesia sendiri mengirim 1.021 atlet untuk bersaing di 49 dari total 51 cabang olahraga.
Dengan target mempertahankan posisi tiga besar dan membawa pulang sedikitnya 80 medali emas, SEA Games 2025 bukan hanya panggung persaingan regional—tetapi langkah awal negara-negara peserta untuk membuktikan diri mampu mendominasi, bukan hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di panggung Asia yang lebih luas.