JAKARTA, INVERSI – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memastikan distribusi energi berjalan lancar di wilayah terdampak bencana, termasuk di Provinsi Aceh yang sempat mengalami gangguan akses transportasi. Pemerintah bersama PT Pertamina Persero melakukan berbagai langkah adaptif agar pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat di tengah kondisi darurat.
Bahlil menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, penyaluran bahan bakar minyak dan LPG ke wilayah terdampak dilakukan melalui jalur udara. Penggunaan helikopter dan pesawat menjadi solusi utama untuk menjangkau daerah yang akses daratnya terputus akibat bencana. Langkah tersebut diambil untuk menjaga kesinambungan pasokan energi bagi masyarakat, fasilitas pelayanan publik, serta sektor vital lainnya.
Menurut Bahlil, situasi distribusi energi kini mulai membaik seiring dengan pemulihan infrastruktur. Dalam tiga hingga empat hari terakhir, akses darat ke sejumlah wilayah di Aceh secara bertahap sudah dapat dilalui kembali.
Kondisi ini memungkinkan mobil tangki BBM dan LPG mulai masuk ke daerah yang sebelumnya terisolasi, seperti Takengon, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Pemerintah terus memantau proses distribusi agar berjalan aman dan tepat sasaran.
“Di Aceh Tamiang, dari tujuh SPBU yang sebelumnya tidak beroperasi, kini seluruhnya telah beroperasi normal,” kata Bahlil saat melakukan kunjungan kerja terkait pengamanan pasokan energi menjelang Tahun Baru 2026 di Jakarta, Minggu 28 Desember 2025.
Ia menilai pemulihan operasional SPBU tersebut menjadi indikator penting bahwa distribusi energi di wilayah terdampak mulai kembali stabil.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Menteri ESDM juga meminta PT Pertamina Patra Niaga mengoperasikan SPBU selama 24 jam di wilayah wilayah terdampak bencana.
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses energi bagi masyarakat, khususnya pada masa pemulihan dan menjelang meningkatnya mobilitas saat libur Natal dan Tahun Baru. Skema operasional serupa sebelumnya telah diterapkan di beberapa daerah bencana lain di Sumatera.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil turut memastikan bahwa ketersediaan BBM dan LPG secara nasional berada dalam kondisi aman menjelang perayaan Tahun Baru 2026. Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan antisipasi dini untuk menjaga stabilitas pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah yang terdampak bencana alam.
Kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pimpinan terkait, antara lain Ketua Posko Natal dan Tahun Baru Sektor ESDM Erika Retnowati, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Jafee Arizon Suardin, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar, serta Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga Harsono Budi Susanto.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan koordinasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Bahlil menegaskan bahwa pasokan berbagai jenis BBM berada dalam kondisi mencukupi. Mulai dari solar, gasoline RON 90, RON 92, hingga Pertamax Turbo, seluruhnya tersedia sesuai kebutuhan masyarakat. Selain itu, stok LPG nasional juga tercatat berada di atas rata rata normal, sehingga dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan sektor usaha.
“Dengan kondisi stok tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG selama periode Natal dan Tahun Baru ini,” ujar Bahlil.
Ia menambahkan bahwa pemerintah bersama Pertamina akan terus melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar, khususnya di wilayah wilayah yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.
Melalui langkah langkah tersebut, pemerintah berharap distribusi energi di Aceh dan daerah terdampak lainnya dapat terus terjaga. Upaya ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendukung percepatan pemulihan ekonomi dan aktivitas sosial di wilayah yang terdampak bencana.