By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

Ekonomi

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

Nicholas
By
Nicholas
2 months ago
Share
3 Min Read
Dengan bahan bakar nabati, B50 Indonesia makin memperkuat kemandirian energi nasional. Pemanfaatannya akan mendorong peningkatan bauran energi terbarukan, mengurangi impor, serta mendukung pertumbuhan industri berbasis sumber daya domestik, sekaligus menekan emisi di sektor energi. (Foto, Dok/Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA – Ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM fosil dinilai tidak boleh terus dibiarkan menjadi titik lemah ekonomi nasional. Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global dan ancaman gangguan pasokan energi dunia, pakar transisi energi Institut Teknologi Bandung (ITB), Retno Gumilang Dewi, menegaskan bahwa implementasi Biodiesel B50 menjadi kunci strategis untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia.

Menurut Retno, kebijakan mandatori B50 tidak bisa lagi dipandang sekadar program lingkungan atau agenda pengurangan emisi semata. Lebih dari itu, B50 kini menjadi instrumen geopolitik yang sangat vital untuk melindungi Indonesia dari guncangan eksternal akibat konflik global dan volatilitas harga minyak dunia.

“Aspek yang akan menjadikan pasokan energi kita stabil adalah memanfaatkan kekayaan milik kita sendiri. Dengan kita bisa memanfaatkannya, kita tidak akan terdampak dengan yang namanya krisis geopolitik seperti sekarang,” ujar Retno dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi counter-narrative terhadap pesimisme pasar yang meragukan efektivitas program biodiesel nasional. Retno menilai justru di tengah situasi global yang tidak menentu, Indonesia harus memperkuat pemanfaatan energi domestik berbasis sumber daya alam sendiri agar tidak terus bergantung pada impor BBM luar negeri.

Ia menegaskan bahwa isu energi kini telah berubah menjadi arena pertarungan geopolitik global. Negara-negara dunia berlomba mengamankan stok energi nasional masing-masing demi menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Karena itu, Indonesia disebut tidak memiliki banyak pilihan selain mempercepat transformasi energi nasional berbasis kekuatan dalam negeri, terutama melalui optimalisasi biodiesel berbahan baku sawit.

“Agar aman dari dampak geopolitik tersebut, Indonesia harus lebih mandiri dalam mengelola potensi energi dalam negeri,” tegasnya.

Retno menjelaskan bahwa roadmap transisi energi Indonesia menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060 sudah menempatkan implementasi bertahap B40 menuju B50 sebagai salah satu fondasi utama penguatan ketahanan energi nasional pada fase 2025–2030.

Langkah tersebut dinilai sangat penting karena sektor transportasi masih menjadi penyerap BBM terbesar di Indonesia. Dengan peningkatan kadar biodiesel domestik, kebutuhan impor solar nasional diyakini dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga :

SEA Games 2023, Anggota DPR Apresiasi PSSI dan Erick Thohir di Kemenangan Timnas Indonesia U-22
Gunakan Dana Hibah Pemerintah UEA, Pemkot Solo Alokasikan Rp3,5 Miliar Tangani 1.050 Kasus Stunting

Di sisi lain, penggunaan biodiesel juga dinilai memberi manfaat ganda bagi ekonomi nasional karena mampu memperkuat industri sawit domestik, menjaga neraca perdagangan, sekaligus mengurangi tekanan terhadap nilai tukar Rupiah akibat tingginya impor energi.

Meski demikian, Retno mengingatkan bahwa proses transisi energi tetap harus dilakukan secara bertahap dan realistis agar tidak menimbulkan guncangan ekonomi baru.

“Kalau perpindahan energi dilakukan secara mendadak, dampaknya akan sangat besar terhadap ekonomi dan masyarakat. Karena itu, transisi energi Indonesia harus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan ketahanan energi,” katanya.

Di tengah ancaman krisis geopolitik global yang semakin kompleks, implementasi Biodiesel B50 kini dipandang bukan lagi sekadar opsi kebijakan, melainkan benteng pertahanan nasional yang mutlak diperlukan demi mewujudkan kemandirian energi sejati Indonesia.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:B50NZE 2060Pakar ITBRetno Gumilang Dewi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek
Next Article Foto : Ilustrasi Dapur MBG (Sumber : Inversi.id) Kelurahan Pondok Cina Validasi Data 1.000 HPK Jelang Program MBG
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

7 days ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

7 days ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

1 week ago
EkonomiTerkini

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index