By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
2 months ago
Share
3 Min Read
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (18/1/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor sepanjang Desember 2020 sebesar USD 16,54 miliar. Nilai ini naik 14,63% dibandingkan Desember 2019. MI/ANDRI WIDIYANTO
SHARE

JAKARTA – Fenomena janggal dalam struktur ekonomi nasional mulai menjadi sorotan tajam publik. Di tengah lonjakan surplus perdagangan Indonesia yang menembus ratusan miliar dolar AS sejak pertengahan 2020 hingga awal 2026, posisi cadangan devisa nasional justru dinilai bergerak stagnan dan tidak mencerminkan besarnya aliran uang hasil ekspor komoditas Indonesia.

Data yang ramai diperbincangkan menunjukkan akumulasi surplus perdagangan Indonesia sejak Mei 2020 telah mencapai sekitar US$223,9 miliar. Namun ironisnya, kenaikan cadangan devisa Indonesia pada periode yang sama hanya berkisar sekitar US$15,7 hingga US$15,8 miliar.

Ketimpangan ekstrem ini memunculkan dugaan adanya masalah struktural serius dalam tata kelola devisa hasil ekspor nasional.

Pengamat dan pelaku pasar mulai mempertanyakan: ke mana sebenarnya sebagian besar uang hasil ekspor sumber daya alam Indonesia mengalir?

Narasi kritik pun mengarah pada dugaan bahwa sebagian besar devisa hasil ekspor komoditas nasional justru langsung diparkir di luar negeri dan tidak sepenuhnya masuk ke sistem perbankan domestik. Akibatnya, likuiditas dolar di dalam negeri tetap terbatas meski Indonesia terus menikmati surplus perdagangan besar selama bertahun-tahun.

“Ini anomali struktural yang harus dibongkar secara jujur dan logis. Surplus ekspor kita sangat besar, tetapi dampaknya terhadap penguatan cadangan devisa domestik sangat kecil,” tulis akun analis ekonomi dari Bahana TCW, Ricky Ho dalam unggahan di: x.com/rickyho_1989 yang terbit, 23 Mei 2026 dan ramai diperbincangkan public.

Kondisi tersebut dinilai menjadi alarm keras bahwa struktur fundamental ekonomi Indonesia masih menghadapi kebocoran modal yang serius. Uang hasil penjualan kekayaan alam nasional belum sepenuhnya kembali untuk memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri.

Padahal, devisa hasil ekspor memiliki peran vital dalam memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah, menjaga ketahanan sektor keuangan nasional, serta memperbesar kapasitas pembiayaan pembangunan domestik.

Situasi inilah yang kemudian memperkuat urgensi reformasi fiskal dan pembenahan tata kelola komoditas nasional secara menyeluruh. Pemerintah dinilai perlu membangun integrasi sistem ekspor yang lebih tegas agar devisa hasil sumber daya alam tidak terus mengendap di luar negeri.

Baca Juga :

Bamsoet: Masyarakat Jangan Terjebak Pragmatis Jangka Pendek dan Fanatisme Sempit Saat Pemilu 2024
Larangan Ekspor Timah Menggema, Pemerintah Kejar Ekonomi Rp 618 Triliun

Langkah pemerintah yang mulai memperketat kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA pun kini dipandang sebagai strategi penting untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Kebijakan tersebut diarahkan agar dana hasil ekspor lebih banyak ditempatkan di sistem keuangan domestik sehingga mampu memperkuat cadangan devisa dan menopang stabilitas Rupiah di tengah gejolak global.

Penguatan tata kelola devisa juga dinilai menjadi bagian penting dari agenda besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekonomi nasional yang lebih mandiri, kuat, dan tidak terus bergantung pada arus modal asing jangka pendek.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, publik kini mulai menuntut keberanian pemerintah untuk mengevaluasi secara total struktur ekonomi nasional agar kekayaan alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat dan negara, bukan justru lebih banyak memperkuat likuiditas perbankan luar negeri.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:DevisaSDASurplus perdagangan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Dipelajari di Semua Jenjang Sekolah
Next Article B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

7 days ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

7 days ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

1 week ago
EkonomiTerkini

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index