INVERSI.ID – Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid mengungkapkan bahwa sejumlah atlet panjat tebing nasional mendapat tawaran untuk memperkuat negara lain melalui proses naturalisasi. Fenomena ini muncul seiring meningkatnya prestasi atlet Indonesia di level internasional.
Meski mendapat tawaran yang dinilai menggiurkan, Yenny bersyukur para atlet panjat tebing Indonesia hingga kini masih memilih setia membela Merah Putih.
“Atlet panjat tebing Indonesia dilirik oleh negara-negara lain, bahkan diminta untuk melakukan naturalisasi di negaranya untuk mewakili negara tersebut dan menjadi warga negara,” kata Yenny dalam keterangan resmi, Kamis.
Kesetiaan Atlet Masih Terjaga
Yenny menyebut sebagian besar atlet nasional masih memiliki komitmen kuat untuk membela Indonesia, meskipun peluang berkarier di luar negeri terbuka lebar.
“Nah sampai sekarang sih atlet kita masih setia pada NKRI, pada Indonesia, tapi ke depan ya atlet-atlet senior secara usia mungkin sudah tidak bisa lagi berlaga ya bisa saja (dinaturalisasi),” ujar Yenny.
Menurutnya, naturalisasi bukan persoalan patriotisme atau nasionalisme semata. Dalam kondisi tertentu, langkah tersebut bisa menjadi pilihan rasional, terutama bagi atlet senior yang masa puncaknya relatif singkat.
“Menurut saya ini bukan masalah patriotisme atau nasionalisme, tetapi juga dengan mereka berlaga di luar negeri ketika jalur karir di dalam negeri sudah tidak memungkinkan atau memang kompetisinya sangat ketat,” kata Yenny.
Strategi Jangka Panjang FPTI
Meski demikian, FPTI menyiapkan proyeksi jangka panjang agar para atlet tidak mudah tergoda tawaran dari negara lain. Salah satunya melalui penyiapan jenjang karier pasca-atlet, termasuk pelatihan kepelatihan bagi atlet yang memasuki usia senior menjelang pensiun.
Selain itu, FPTI juga mendorong atlet untuk terus menempuh pendidikan formal guna memperluas peluang karier, termasuk menjadi aparatur sipil negara.
“Rata-rata anak panjat tebing itu pendidikannya juga kami utamakan. Begitu banyak dari mereka yang bahkan sudah menjadi master,” ungkap Yenny.
Regenerasi Berbuah Prestasi
Yenny menilai panjat tebing Indonesia saat ini berada dalam fase positif setelah berhasil menjalankan regenerasi atlet. Indikatornya terlihat dari capaian tim Indonesia yang keluar sebagai juara umum cabang panjat tebing pada SEA Games Thailand 2025 dengan raihan empat medali emas dan dua medali perak.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga daya saing panjat tebing Indonesia di level regional maupun internasional.