INVERSI.DI – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengecam keras dugaan intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan ancaman serius terhadap kedaulatan negara berdaulat dan mencederai tatanan hubungan internasional.
Pernyataan itu disampaikan Megawati dalam pidato peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan sekaligus pembukaan Rakernas I Tahun 2026 yang digelar di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, Sabtu.
Kecaman terhadap Intervensi Militer
“Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengecam setiap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya melalui operasi militer yang telah memicu kecaman internasional,” kata Megawati.
Megawati menilai agresi sepihak tersebut bertentangan dengan semangat perdamaian dunia sebagaimana tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia juga menyebut praktik semacam itu sebagai bentuk neokolonialisme modern yang tidak sejalan dengan prinsip hubungan antarbangsa.
“Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hubungan antarbangsa,” kata Megawati.
Indonesia Tolak Neokolonialisme
Megawati menegaskan, sikap PDI Perjuangan sejalan dengan sejarah panjang bangsa Indonesia dalam melawan segala bentuk penjajahan, sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 hingga saat ini.
“Bangsa Indonesia menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain,” tegasnya.
Atas dasar itu, PDI Perjuangan secara resmi menyerukan agar seluruh konflik global diselesaikan melalui jalur diplomasi dan dialog internasional, bukan dengan kekerasan.
Seruan Diplomasi dan Perdamaian Dunia
Megawati meyakini bahwa kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi dalam membangun peradaban maupun demokrasi yang sejati.
“Demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa,” ujar Megawati.
Sebagai informasi, dalam rangkaian peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan dan Rakernas I Tahun 2026, DPP PDIP mengusung tema Satyam Eva Jayate dengan subtema Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya.
Satyam Eva Jayate merupakan slogan berbahasa Sanskerta yang berarti Kebenaran akan Menang. Sementara subtema Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya yang dikutip dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman mencerminkan daya tahan dan keteguhan prinsip yang menyertai makna tema tersebut.