By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kecam Intervensi Militer AS di Venezuela, Megawati: Demokrasi Tidak Lahir dari Moncong Senjata
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kecam Intervensi Militer AS di Venezuela, Megawati: Demokrasi Tidak Lahir dari Moncong Senjata

InternasionalPolitik

Kecam Intervensi Militer AS di Venezuela, Megawati: Demokrasi Tidak Lahir dari Moncong Senjata

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
3 Min Read
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berpidato saat rangka HUT ke-53 dan Rakernas I Tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Humas PDIP)
SHARE

INVERSI.DI – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengecam keras dugaan intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan ancaman serius terhadap kedaulatan negara berdaulat dan mencederai tatanan hubungan internasional.

Contents
Kecaman terhadap Intervensi MiliterIndonesia Tolak NeokolonialismeSeruan Diplomasi dan Perdamaian Dunia

Pernyataan itu disampaikan Megawati dalam pidato peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan sekaligus pembukaan Rakernas I Tahun 2026 yang digelar di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, Sabtu.

Kecaman terhadap Intervensi Militer

“Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengecam setiap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya melalui operasi militer yang telah memicu kecaman internasional,” kata Megawati.

Megawati menilai agresi sepihak tersebut bertentangan dengan semangat perdamaian dunia sebagaimana tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia juga menyebut praktik semacam itu sebagai bentuk neokolonialisme modern yang tidak sejalan dengan prinsip hubungan antarbangsa.

“Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hubungan antarbangsa,” kata Megawati.

Indonesia Tolak Neokolonialisme

Megawati menegaskan, sikap PDI Perjuangan sejalan dengan sejarah panjang bangsa Indonesia dalam melawan segala bentuk penjajahan, sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 hingga saat ini.

“Bangsa Indonesia menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain,” tegasnya.

Atas dasar itu, PDI Perjuangan secara resmi menyerukan agar seluruh konflik global diselesaikan melalui jalur diplomasi dan dialog internasional, bukan dengan kekerasan.

Seruan Diplomasi dan Perdamaian Dunia

Megawati meyakini bahwa kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi dalam membangun peradaban maupun demokrasi yang sejati.

Baca Juga :

Gol Menit 95, Ghana Hancurkan Mimpi Panama di Piala Dunia 2026
Film Laut Bercerita Siap Tayang, Hadirkan Deretan Aktor Papan Atas

“Demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa,” ujar Megawati.

Sebagai informasi, dalam rangkaian peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan dan Rakernas I Tahun 2026, DPP PDIP mengusung tema Satyam Eva Jayate dengan subtema Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya.

Satyam Eva Jayate merupakan slogan berbahasa Sanskerta yang berarti Kebenaran akan Menang. Sementara subtema Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya yang dikutip dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman mencerminkan daya tahan dan keteguhan prinsip yang menyertai makna tema tersebut.

You Might Also Like

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia
Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan
Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP
Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”
TAGGED:Amerika SerikatMegawatiPDIPVenezuela
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menlu Sugiono Bahas Perdagangan dan Kerja Sama Strategis dengan Presiden Erdogan
Next Article 1.400 Pelari Ramaikan Lintas Sentul Trail Run 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

HukumTerkini

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

5 days ago
HukumTerkini

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

5 days ago
HukumTerkini

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

7 days ago
Internasional

Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index