By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Kilang Terbesar Resmi Beroperasi, Bahlil Ungkap Dampak Kilang Terbesar: RI Masuk Fase Surplus Solar
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kilang Terbesar Resmi Beroperasi, Bahlil Ungkap Dampak Kilang Terbesar: RI Masuk Fase Surplus Solar

Terkini

Kilang Terbesar Resmi Beroperasi, Bahlil Ungkap Dampak Kilang Terbesar: RI Masuk Fase Surplus Solar

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
4 Min Read
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menyampaikan paparan dalam Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (Foto : Tangkapan Layar/YouTube/Sekretariat Kabinet)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menyampaikan paparan dalam Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (Foto : Tangkapan Layar/YouTube/Sekretariat Kabinet)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Peresmian kilang minyak terbesar di Indonesia, Refinery Development Master Plan Balikpapan di Kalimantan Timur, menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek strategis nasional ini diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 12 Januari 2026.

Beroperasinya kilang tersebut diyakini mampu menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak, khususnya BBM jenis solar, bahkan mendorong Indonesia menuju kondisi surplus.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia tidak hanya berpotensi bebas dari impor solar, tetapi juga diperkirakan akan mengalami surplus sekitar 1 juta hingga 1,4 juta kiloliter pada tahun ini.

Menurutnya, capaian tersebut didorong oleh tambahan kapasitas kilang dalam negeri, terutama sejak RDMP Balikpapan mulai beroperasi secara penuh.

Bahlil menjelaskan bahwa sebelum kilang tersebut beroperasi, impor solar Indonesia masih berada di kisaran 5 juta kiloliter per tahun. Namun, dengan peningkatan kapasitas pengolahan kilang serta dukungan kebijakan mandatori biodiesel, kondisi tersebut berubah signifikan.

Pemerintah saat ini tengah mendorong implementasi campuran biodiesel hingga 50 persen atau B50, yang semakin memperkuat pasokan energi domestik.

“Sesuai arahan Presiden, ke depan kita bicara tidak ada impor solar. Kebutuhan solar nasional sekitar 38 juta kiloliter. Dengan kebijakan B40 dan B50, kita menambah pasokan sekitar 5 juta kiloliter. Impor yang sebelumnya 5 juta kiloliter tertutup, bahkan kita surplus sekitar 1,4 juta kiloliter,” ujar Bahlil dalam sambutannya di hadapan Presiden saat peresmian RDMP Balikpapan.

Meski demikian, Bahlil menjelaskan bahwa surplus tersebut berlaku untuk solar dengan spesifikasi cetane number 48. Sementara untuk solar berkualitas lebih tinggi dengan cetane number 51, Indonesia masih akan melakukan impor terbatas. Namun, volumenya jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya, yakni sekitar 600 ribu kiloliter.

Pemerintah menargetkan pada semester kedua tahun ini, kapasitas produksi dalam negeri untuk solar CN51 juga dapat ditingkatkan agar impor bisa dihentikan sepenuhnya.

Baca Juga :

Kiat-Kiat Ibu Menyusui Ingin Tetap Puasa, Perhatikan Asupan Nutrisi
Retret Membaca, Tren Baru Anak Muda Cari Ketenangan di Tengah Era Digital

Selain menekan impor, beroperasinya RDMP Balikpapan memberikan dampak signifikan terhadap penghematan devisa negara. Bahlil menyebut, tambahan kapasitas pengolahan sekitar 100 ribu barel per hari dari proyek ini mampu menghemat devisa lebih dari Rp60 triliun. Penghematan tersebut berasal dari berkurangnya kebutuhan impor BBM, khususnya solar.

Tak hanya solar, RDMP Balikpapan juga berkontribusi pada peningkatan produksi bensin nasional. Dari proyek ini, produksi bensin diperkirakan mencapai sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun. Saat ini, konsumsi bensin nasional berada di kisaran 38 juta kiloliter per tahun, sementara kapasitas produksi kilang dalam negeri baru sekitar 14,25 juta kiloliter per tahun.

“Dengan tambahan produksi sekitar 5,8 juta kiloliter, impor bensin kita akan berkurang. Impor yang sebelumnya cukup besar kini bisa ditekan hingga sekitar 19 juta kiloliter,” jelas Bahlil.

Pemerintah menilai peningkatan kapasitas ini sebagai langkah awal untuk mengurangi ketergantungan impor bensin secara bertahap.

RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan, anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional yang berada di bawah Subholding Pengolahan dan Petrokimia Pertamina.

Proyek ini menelan investasi sekitar 7,4 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp123 triliun.

Dengan investasi tersebut, kapasitas pengolahan minyak mentah kilang Balikpapan meningkat dari sebelumnya 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Peningkatan ini menjadikan RDMP Balikpapan sebagai kilang terbesar dan paling modern di Indonesia saat ini.

Pemerintah menilai beroperasinya RDMP Balikpapan sebagai tonggak penting menuju swasembada energi. Selain memperkuat pasokan BBM nasional, proyek ini juga diharapkan meningkatkan efisiensi industri migas, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga kedaulatan energi di tengah dinamika global.

Baca Juga : https://inversi.id/rdmp-balikpapan-resmi-beroperasi-prabowo-tegaskan-langkah-besar-menuju-swasembada-energi/

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:Bahlil LahadaliaKementerian ESDMKilang PertaminaPertamina
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ditinggal Tanpa Penjelasan? Ini Cara Move On Tanpa Butuh Closure
Next Article Kenapa Kita Suka Banget Nonton Ulang Film yang Sama? Ternyata Ini Alasannya Menurut Psikologi
2 Comments
  • Pingback: Bahlil Ungkap Dugaan Sabotase RDMP Balikpapan, Kilang Strategis yang Ancam Bisnis Impor BBM - inversiid
  • Pingback: RDMP Balikpapan Jadi Penopang Kemandirian Energi, Impor Bensin dan Solar Bakal Di Stop - inversiid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah

4 days ago
Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

4 days ago
Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index