JAKARTA, INVERSI – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Perhubungan mulai mematangkan persiapan program Mudik Gratis Tahun 2026. Salah satu tahapan awal yang kini dilakukan adalah survei pemetaan tujuan mudik yang paling diminati masyarakat.
Program tahunan ini direncanakan mulai membuka pendaftaran pada awal Februari 2026 dan ditujukan khusus bagi warga Kabupaten Bandung.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Eric A Prabowo, menjelaskan bahwa survei awal menjadi langkah penting sebelum penentuan rute dan pembukaan pendaftaran resmi.
Menurutnya, hasil survei akan menjadi dasar utama dalam menetapkan jurusan mudik yang disiapkan tahun ini.
“Kami masih berada pada tahap survei awal untuk mengetahui tujuan mudik yang paling diminati masyarakat. Hasil survei ini akan menjadi dasar penentuan jurusan sebelum membuka pendaftaran pada awal Februari 2026,” kata Eric di Bandung, Kamis, 15 Januari 2026.
Ia menyampaikan bahwa Dishub Kabupaten Bandung telah menyiapkan sebanyak 12 unit bus untuk pelaksanaan Mudik Gratis 2026, sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia. Namun, melihat antusiasme masyarakat yang biasanya cukup tinggi, Dishub membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, untuk menambah jumlah armada.
Eric mengungkapkan, pada pelaksanaan mudik gratis di tahun-tahun sebelumnya, jumlah pendaftar kerap melampaui kapasitas awal yang disiapkan pemerintah daerah. Oleh karena itu, fleksibilitas dalam penambahan armada menjadi salah satu strategi agar lebih banyak masyarakat dapat terlayani.
“Berdasarkan evaluasi sebelumnya, peminat mudik gratis cukup tinggi. Kami pernah menyiapkan 12 unit bus, lalu menambah dua unit bus lagi karena jumlah pendaftar mencapai lebih dari 1.000 orang,” ujarnya.
Penambahan armada tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pihak swasta agar seluruh peserta yang memenuhi syarat tetap bisa diberangkatkan.
Sejumlah jurusan yang sebelumnya dibuka antara lain Cilacap, Yogyakarta, Klaten, Solo, Semarang, dan Tegal. Jurusan-jurusan tersebut dinilai menjadi tujuan favorit masyarakat Kabupaten Bandung saat mudik Lebaran. Meski demikian, Eric menegaskan bahwa daftar tujuan mudik 2026 masih akan disesuaikan dengan hasil survei terbaru.
Terkait mekanisme pendaftaran, Dishub Kabupaten Bandung masih melakukan kajian internal. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah penggunaan media khusus atau platform daring yang lebih efektif dan mudah diakses oleh masyarakat. Tujuannya, agar proses pendaftaran dapat berjalan tertib, transparan, dan tidak menimbulkan antrean panjang.
Setelah pendaftaran daring resmi dibuka, Dishub akan melakukan tahapan verifikasi data peserta. Persyaratan utama bagi calon peserta adalah berstatus sebagai warga Kabupaten Bandung. Hal tersebut harus dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Kabupaten Bandung atau surat keterangan domisili resmi dari pemerintah setempat.
Eric menjelaskan bahwa peserta yang telah dinyatakan lolos verifikasi wajib mengikuti proses daftar ulang secara langsung. Tahap ini dinilai penting untuk memastikan kepastian keberangkatan peserta, sekaligus meminimalkan risiko pembatalan sepihak yang dapat merugikan calon pemudik lain.
“Daftar ulang dilakukan agar kami bisa memastikan siapa saja yang benar-benar berangkat. Jika ada yang mengundurkan diri, kuotanya bisa langsung dialihkan kepada peserta yang masuk daftar tunggu,” jelasnya.
Untuk waktu pelaksanaan, mudik gratis Kabupaten Bandung direncanakan berlangsung pada periode lalu lintas yang relatif lengang, yakni sekitar H-7 Lebaran. Pemilihan waktu tersebut bertujuan menghindari kepadatan arus mudik sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan Gedung Budaya Soreang sebagai titik pusat pemberangkatan mudik gratis. Lokasi ini dinilai strategis dan mampu menampung peserta dalam jumlah besar dengan fasilitas yang memadai.
Melalui program Mudik Gratis 2026, Pemkab Bandung berharap dapat membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan terjangkau. Selain meringankan beban ekonomi warga, program ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan potensi kecelakaan selama arus mudik Lebaran.