By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: ESDM Turunkan Target Produksi Nikel 2026, Fokus Jaga Harga Global dan Sinkronisasi Smelter
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » ESDM Turunkan Target Produksi Nikel 2026, Fokus Jaga Harga Global dan Sinkronisasi Smelter

Ekonomi

ESDM Turunkan Target Produksi Nikel 2026, Fokus Jaga Harga Global dan Sinkronisasi Smelter

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
5 Min Read
Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (18/11/2025). (Foto : ANTARA/Putu Indah Savitri)
Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (18/11/2025). (Foto : ANTARA/Putu Indah Savitri)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengambil langkah strategis dengan memangkas target produksi nikel nasional pada 2026. Kebijakan ini ditempuh sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasar global sekaligus menyesuaikan produksi tambang dengan kapasitas pengolahan smelter di dalam negeri.

Pada tahun depan, produksi nikel Indonesia ditetapkan berada di kisaran 250 hingga 260 juta ton, turun signifikan dari target produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya tahun 2025 yang mencapai 379 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan industri pengolahan.

Menurutnya, produksi nikel harus selaras dengan kemampuan smelter agar tidak terjadi kelebihan pasokan yang berpotensi menekan harga di pasar internasional.

“Nikel kami sesuaikan dengan kapasitas produksi dari smelter. Kemungkinan produksinya sekitar 250 sampai 260 juta ton,” ujar Tri saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan bahwa pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara hulu dan hilir industri nikel nasional.

Baca Juga : https://inversi.id/pemerintah-lewat-menteri-bahlil-siapkan-mandatori-bioetanol-dalam-bensin-paling-lambat-2028/

Tri meyakini kebijakan pemangkasan produksi akan berdampak positif terhadap pergerakan harga nikel dunia. Ia mengungkapkan bahwa saat ini harga nikel telah menunjukkan tren kenaikan.

Harga nikel di pasar global tercatat berada di atas 17 ribu dolar Amerika Serikat per dry metric ton, meningkat dibandingkan rata-rata harga sepanjang 2025 yang masih berada di kisaran 14 ribu dolar AS per dry metric ton.

Baca Juga :

Heboh Pernyataan PKB Soal Janji Cak Imin Menang Pilpres 2024, BBM Gratis hingga Tunjangan Ibu Hamil
Tiara Andini Rilis Album ‘Edelweiss’, Simbol Perjalanan dan Keabadian Cinta dalam Musik

Menurut Tri, kenaikan harga tersebut menjadi sinyal bahwa pasar mulai merespons kebijakan pengendalian pasokan. Ia menilai langkah penyesuaian produksi perlu terus dijaga agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen besar, tetapi juga mampu mengendalikan nilai tambah dan stabilitas harga komoditas strategis tersebut.

Selain membahas kebijakan produksi nasional, Tri juga mengungkapkan perkembangan terkait rencana kerja dan anggaran biaya salah satu produsen nikel utama nasional, PT Vale Indonesia Tbk. Ia menyebut persetujuan RKAB Vale untuk tahun 2026 dijadwalkan terbit dalam waktu dekat.

“Ini sudah mau, sebentar lagi. Malam ini Insya Allah dapat persetujuan,” kata Tri.

Ia menjelaskan bahwa RKAB Vale sebelumnya berakhir pada 2025 dan masih dalam proses pengajuan, sehingga perusahaan tersebut tidak mendapatkan relaksasi produksi sebesar 25 persen hingga 31 Maret 2026.

Tri memastikan bahwa RKAB 2026 yang akan diterbitkan untuk Vale hanya berlaku selama satu tahun. Hal ini karena dokumen yang diajukan merupakan RKAB baru yang secara khusus disusun untuk tahun berjalan, bukan perpanjangan dari periode sebelumnya.

Kebijakan pemangkasan produksi nikel ini sebelumnya juga telah disampaikan oleh Bahlil Lahadalia. Menteri ESDM tersebut menegaskan bahwa pengendalian produksi merupakan instrumen penting untuk menjaga harga komoditas di tingkat global, sekaligus memastikan keberlanjutan industri pertambangan nasional.

Baca Juga : https://inversi.id/menteri-bahlil-lahadalia-optimistis-impor-bensin-ron-92-95-dan-98-bisa-dihentikan-mulai-2027/

Bahlil juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara investor besar dan pengusaha tambang daerah. Ia meminta industri pengolahan berskala besar untuk menyerap bijih nikel dari penambang lokal agar tidak terjadi praktik monopoli dalam rantai pasok.

“Jangan ada monopoli. Kami ingin investor kuat, tetapi pengusaha daerah juga kuat. Supaya ada kolaborasi,” ujar Bahlil dalam pernyataan sebelumnya.

Menurutnya, sinergi antara pelaku usaha besar dan daerah akan memperkuat ekosistem industri nikel nasional secara menyeluruh.

Langkah ESDM memangkas produksi nikel dinilai sejalan dengan strategi hilirisasi yang selama ini menjadi prioritas pemerintah. Dengan menyesuaikan produksi tambang terhadap kapasitas smelter, pemerintah berharap dapat mendorong peningkatan efisiensi, memperkuat daya saing produk hilir, serta menjaga stabilitas harga di pasar internasional.

Kebijakan ini juga diharapkan memberikan kepastian bagi pelaku industri, baik di sektor hulu maupun hilir. Bagi penambang, penyesuaian produksi menjadi tantangan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas.

Sementara bagi industri pengolahan, kebijakan ini memberikan ruang untuk menyerap pasokan secara optimal tanpa tekanan kelebihan bahan baku.

Dengan target produksi nikel 250 hingga 260 juta ton pada 2026, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengelola sumber daya mineral secara berkelanjutan.

Penyeimbangan antara produksi, pengolahan, dan harga global diharapkan mampu menjaga posisi Indonesia sebagai pemain kunci nikel dunia sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga : https://inversi.id/kilang-terbesar-resmi-beroperasi-bahlil-ungkap-dampak-kilang-terbesar-ri-masuk-fase-surplus-solar/

Baca Juga : https://inversi.id/bahlil-ungkap-dugaan-sabotase-rdmp-balikpapan-kilang-strategis-yang-ancam-bisnis-impor-bbm/

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
TAGGED:Bahlil LahadaliaKementerian ESDMNikel
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi paparan dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (Foto : Dok. Kementerian ESDM) Menteri Bahlil Lahadalia Optimistis Impor Bensin RON 92, 95, dan 98 Bisa Dihentikan Mulai 2027
Next Article Ilustrasi mudik. (Foto : Liputan6) Pemkab Bandung Siapkan Mudik Gratis 2026, Pendaftaran Dibuka Awal Februari
1 Comment
  • Pingback: Oversupply Minyak Dunia Tekan ICP Desember 2025 ke USD61,10 per Barel, ESDM Ungkap Faktor Global - inversiid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

5 days ago
EkonomiTerkini

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

5 days ago
EkonomiPildun 2026Terkini

Piala Dunia 2026 Diserbu Judol, Polisi Putar Otak Kejar Bandar

6 days ago
Ekonomi

Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

6 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index