By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Diminati Dunia, Menko PMK Muhadjir Effendy Minta Perguruan Tinggi Kembangkan Obat Herbal
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Diminati Dunia, Menko PMK Muhadjir Effendy Minta Perguruan Tinggi Kembangkan Obat Herbal

Terkini

Diminati Dunia, Menko PMK Muhadjir Effendy Minta Perguruan Tinggi Kembangkan Obat Herbal

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, meminta agar perguruan tinggi terus mengembangkan produk obat herbal, termasuk jamu. Ia menilai, komoditas ini mulai banyak digunakan di berbagai negara.

“Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat luar biasa. Ini belum tereksploitasi dengan baik,” ujar Muhadjir saat menghadiri Seminar Nasional Hybrid Dies Natalis Ke-2 Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka) dengan tema Perspektif Herbal dan Holistic Care Era 5.0 Menuju Generasi Sehat Mental di kampus tersebut pada Rabu, 8 Mei 2024.

Baca Juga: Terjerat Utang Hampir Rp1 Miliar, Korban Order Fiktif Makanan Mulai Buka Donasi

Keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan pengobatan herbal, kata Muhadjir, sangatlah penting. Apalagi Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka) membuka program studi (prodi) D4 Akupuntur dan Pengobatan Herbal.

Muhadjir melanjutkan, di berbagai negara-negara di dunia yakni Tiongkok, India, dan Jepang cenderung berpaling ke pengobatan alami dan berbasis kearifan lokal.

Di India dan Tiongkok, ia mencontohkan, bahkan mengutamakan sistem pengobatan herbal. Bahan baku obat herbal kini dikuasai India dan Tiongkok. Sedangkan Indonesia masih menjadi importir bahan baku.

“Dari berbagai proses pengobatan tradisional ada jamu-jamu yang sebetulnya kita punya kekayaan rempah dan raw material luar biasa. Tapi belum dibisa digarap,” katanya.

Baca Juga: Jelang PON XXI, KONI Jabar Jalin Kerjasama dengan Amidis

Baca Juga :

Penjelasan BMKG soal Gempa Garut hingga Aktivitas Warga Pesisir Pantai Kembali Normal
Kesepakatan Gencatan Senjata Gagal Diperpanjang, Israel Kembali Serang Gaza

Menurut Muhadjir Effendy dengan berbagai kecanggihan laboratorium di perguruan tinggi, pabrik, bahkan home industry, memungkinkan untuk bisa memproduksi obat herbal yang aman.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko mengatakan kekayaan rempah dan tanaman obat tradisional di Indonesia memiliki potensi luar biasa bila dikembangkan menjadi industri herbal. Namun sayangnya memang belum tergarap maksimal.

“Kita punya bahan baku, tapi belum maksimal memanfaatkan kekayaan hayati, khususnya pengobatan herbal,” katanya.

Dia menilai dengan prodi baru Akupuntur dan Pengobatan Herbal di Umuka akan membuka kesempatan baru dan memperbanyak generasi baru mengembangkan pengobatan herbal.

Baca Juga: Judika Akan Meriahkan HUT Sragen ke-278, Catat Tanggalnya!

Dalam pengembangan ini, konsepnya adalah kolaborasi riset dengan melibatkan mahasiswa. Saat ini menurutnya, pengobatan herbal masih kalah dengan obat kimiawi. Di Indonesia, produk herbal yang sudah sampai level Fito Farmaka itu baru 50-an saja.

“Mestinya bisa lebih dari itu dan bisa mengganti obat-obatan kimia,” kata dia.

Rektor Umuka Muh. Syamsuri mengatakan Akupuntur dan Pengobatan Herbal merupakan prodi baru di Umuka. Angkatan pertama akan dimulai pada tahun ajaran baru (TAB) pada 2024/2025. Ia berharap prodi ini mampu memberikan konstribusi bagi pengembangan produk herbal.

“Umuka kerja sama dengan BRIN, maka nanti dalam proses penyusunan kurikulumnya, lalu pelaksanaan tugas pembelajaran, pendidikannya, praktik, dan tenaga,” katanya.

You Might Also Like

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Terjerat Utang Hampir Rp1 Miliar, Korban Order Fiktif Makanan Mulai Buka Donasi
Next Article Muhadjir Effendy Akui Tidak Ditawari Jatah Menteri Prabowo-Gibran
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index