By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: RDMP Dinilai Jadi Penyangga Ekonomi Nasional, Akademisi Soroti Dampaknya terhadap Stabilitas Rupiah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » RDMP Dinilai Jadi Penyangga Ekonomi Nasional, Akademisi Soroti Dampaknya terhadap Stabilitas Rupiah

Ekonomi

RDMP Dinilai Jadi Penyangga Ekonomi Nasional, Akademisi Soroti Dampaknya terhadap Stabilitas Rupiah

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
4 months ago
Share
4 Min Read
Pengamat ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti (kiri), ekonom Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi (tengah), dan pengamat kebijakan publik Unpad Bonti Wiradinata (kanan) dalam diskusi kemandirian energi di Bandung, Selasa (20/1/2026). (Foto : ANTARA/Ricky Prayoga)
Pengamat ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti (kiri), ekonom Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi (tengah), dan pengamat kebijakan publik Unpad Bonti Wiradinata (kanan) dalam diskusi kemandirian energi di Bandung, Selasa (20/1/2026). (Foto : ANTARA/Ricky Prayoga)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Sejumlah akademisi dan pakar ekonomi energi menilai proyek Refinery Development Master Plan atau RDMP sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Pengembangan kilang minyak dalam negeri dinilai tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melalui pengurangan ketergantungan impor bahan bakar minyak.

Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi bertema swasembada energi yang digelar di Bandung. Para pakar sepakat bahwa peningkatan kapasitas kilang nasional akan menciptakan efisiensi struktural yang berpengaruh langsung terhadap stabilitas harga energi dan ketahanan ekonomi masyarakat.

Selama ini, ketergantungan pada impor BBM membuat perekonomian Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global dan pergerakan nilai tukar.

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menjelaskan bahwa keterbatasan kapasitas kilang dan cadangan penyangga energi membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap dinamika pasar internasional. Kondisi tersebut memicu tekanan berlapis, baik terhadap fiskal negara maupun terhadap stabilitas rupiah.

“Dari sisi substitusi impor, RDMP akan memperbesar ruang fiskal dan mengurangi ketergantungan pada produk energi luar negeri. Ini jelas memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional,” ujar Yayan.

Menurutnya, berkurangnya impor BBM akan menekan kebutuhan devisa sehingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah dapat diminimalkan.

Namun demikian, Yayan menekankan bahwa pengembangan RDMP tidak boleh berhenti pada satu proyek atau satu wilayah saja. Ia menilai langkah yang tengah dilakukan di Balikpapan merupakan fondasi awal menuju swasembada energi, tetapi perlu dilanjutkan dengan pembangunan kilang terintegrasi di berbagai daerah agar manfaatnya merata secara nasional.

Pandangan senada disampaikan ekonom Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi. Ia menyebut RDMP berpotensi menjadi warisan kebijakan ekonomi penting di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, impor BBM selama ini merupakan salah satu komponen terbesar yang menggerus cadangan devisa negara.

Baca Juga :

Biodata dan Profil Rahul Pinem, Atlet MMA Diduga Bunuh Diri hingga Meninggal Dunia
Tips Hindari Kekambuhan Penyakit Multipel Sklerosis

“Ketika impor BBM bisa ditekan, permintaan terhadap valuta asing, khususnya dolar AS, otomatis menurun. Dampaknya sangat signifikan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Acuviarta.

Ia menilai bahwa penguatan kapasitas kilang domestik akan menciptakan bantalan ekonomi yang lebih kuat saat terjadi gejolak global.

Dari perspektif kebijakan publik dan keamanan nasional, pengamat Unpad lainnya, Bonti Wiradinata, menilai penguatan infrastruktur energi melalui RDMP sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025. Ia mengingatkan bahwa di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, ketahanan energi merupakan elemen krusial bagi kedaulatan negara.

“Energi adalah fondasi utama daya tahan negara. Jika sektor energi terganggu, maka stabilitas nasional juga akan ikut melemah,” ujarnya. Menurut Bonti, ketergantungan berlebihan pada impor energi membuka celah kerentanan strategis yang dapat dimanfaatkan dalam situasi krisis global.

Saat ini, proyek RDMP yang dikerjakan oleh Pertamina di Balikpapan telah menunjukkan capaian konkret. Kapasitas pengolahan kilang meningkat dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari. Tambahan kapasitas sebesar 100.000 barel per hari tersebut dinilai menjadi kunci dalam menekan impor solar dan BBM jenis lainnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penguatan kilang nasional merupakan tulang punggung kebijakan menuju kemandirian energi. Ia menyatakan bahwa dengan beroperasinya kilang modern secara optimal, ketergantungan terhadap solar impor dapat dihentikan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan optimalisasi RDMP di berbagai wilayah, Indonesia tidak hanya ditargetkan mencapai swasembada energi, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih tangguh. Para akademisi meyakini bahwa kebijakan ini akan memperkuat stabilitas rupiah, menekan tekanan eksternal, serta memberikan perlindungan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga : https://inversi.id/rdmp-balikpapan-jadi-penopang-kemandirian-energi-impor-bensin-dan-solar-bakal-di-stop/

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
TAGGED:Bahlil LahadaliaESDMKementerian ESDMRDMPRDMP Balikpapan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyiapkan pabrik pupuk baru di Fakfak, Papua Barat. (Foto : ANTARA/HO-Pupuk Kaltim) KIP Fakfak: Benteng Ketahanan Pangan Nasional dan Solusi Nyata Petani Papua
Next Article Konferensi Pers Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, Kantor Presiden, Selasa (20/1/2026). (Foto : Tangkapan Layar/Youtube/Sekretariat Presiden) Satgas PKH Umumkan 28 Perusahaan Pelanggar Kawasan Hutan, Pemerintah Tegas Cabut Izin
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Ekonomi

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

7 days ago
Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index