By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Kasus Anak di Ngada, KPAI Dorong Pendampingan dan Pendataan Keluarga Rentan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kasus Anak di Ngada, KPAI Dorong Pendampingan dan Pendataan Keluarga Rentan

Terkini

Kasus Anak di Ngada, KPAI Dorong Pendampingan dan Pendataan Keluarga Rentan

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
Kemendikdasmen mengunjungi rumah duka almarhum Yohanes Bastian Roja (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto; Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) segera memberikan pendampingan psikososial kepada teman-teman sekelas korban anak yang mengakhiri hidup di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Anggota KPAI Diyah Puspitarini menekankan pentingnya pendampingan tersebut karena kondisi psikologis anak-anak di lingkungan sekolah korban dinilai terdampak serius. Menurut dia, rasa takut masih dirasakan oleh teman-teman sekelas korban sehingga enggan mengikuti kegiatan belajar di ruang kelas yang sama.

“Kami meminta berbagai pihak, terutama KemenPPPA untuk memberikan pendampingan psikososial kepada keluarga korban, nenek dan ibu, kemudian teman-temannya satu kelas, karena anak-anak ini ada ketakutan sehingga tidak mau belajar di kelas yang sama,” kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Selain pendampingan, KPAI juga mendorong pemerintah daerah setempat untuk melakukan pendataan keluarga rentan di Kabupaten Ngada sebagai langkah pencegahan kekerasan terhadap anak.

“Kami juga meminta pemerintah desa, pemerintah daerah untuk mendata keluarga rentan. Ini kan juga termasuk keluarga rentan, berikut juga sekolah dan semua elemen sekolah di seluruh Indonesia sekalipun, juga kami minta sekolah wajib memiliki data kerentanan anak,” kata Diyah Puspitarini.

Ia menjelaskan, data kerentanan anak menjadi instrumen penting untuk mencegah terjadinya kekerasan, termasuk mencegah terulangnya kasus anak mengakhiri hidup. Pendataan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi pengasuhan hingga faktor ekonomi keluarga.

“Data kerentanan ini dilihat dari kondisi anak, dari pengasuhan, ekonomi, apakah keluarga berpisah? Apakah tinggal dengan pihak ketiga? Pengasuhan ketiga ini bisa kakek, nenek. Nah itu harus didata, karena itu bisa memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan, karena itu sudah termasuk kerentanan,” kata Diyah Puspitarini.

Sebelumnya, pada Kamis (29/1), seorang siswa kelas 4 SD Negeri di Kabupaten Ngada berinisial YBR (10) ditemukan mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya. Peristiwa ini menyita perhatian publik dan memunculkan keprihatinan luas terhadap perlindungan anak.

Selama ini, korban diketahui tinggal bersama neneknya yang telah lanjut usia. Sementara ibunya, MGT (47), tinggal di kampung lain bersama dua saudara korban. Dua saudara tiri korban lainnya telah berusia dewasa dan merantau ke Papua serta Kalimantan.

Baca Juga :

Bergabung dengan Nexus, BI Perkuat Sistem Pembayaran Antarnegara
Lirik Lagu Karo Keleng La Ersibar dan Artinya

Ibu korban diketahui menanggung nafkah lima anak, termasuk korban yang merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Ayah kandung korban pergi merantau sejak korban masih dalam kandungan dan hingga kini tidak pernah kembali.

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kunjungan kerja Panja Migas Komisi XII DPR di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/2/2026). (Foto : ANTARA/Dok. Humas BPH Migas) BPH Migas Dorong Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional Jelang Ramadhan dan Idul Fitri
Next Article KLa Project Rayakan 37 Tahun Lewat Konser LUX NOVA
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

5 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index