By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Kasus Anak di Ngada, KPAI Dorong Pendampingan dan Pendataan Keluarga Rentan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kasus Anak di Ngada, KPAI Dorong Pendampingan dan Pendataan Keluarga Rentan

Terkini

Kasus Anak di Ngada, KPAI Dorong Pendampingan dan Pendataan Keluarga Rentan

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
Kemendikdasmen mengunjungi rumah duka almarhum Yohanes Bastian Roja (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto; Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) segera memberikan pendampingan psikososial kepada teman-teman sekelas korban anak yang mengakhiri hidup di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Anggota KPAI Diyah Puspitarini menekankan pentingnya pendampingan tersebut karena kondisi psikologis anak-anak di lingkungan sekolah korban dinilai terdampak serius. Menurut dia, rasa takut masih dirasakan oleh teman-teman sekelas korban sehingga enggan mengikuti kegiatan belajar di ruang kelas yang sama.

“Kami meminta berbagai pihak, terutama KemenPPPA untuk memberikan pendampingan psikososial kepada keluarga korban, nenek dan ibu, kemudian teman-temannya satu kelas, karena anak-anak ini ada ketakutan sehingga tidak mau belajar di kelas yang sama,” kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Selain pendampingan, KPAI juga mendorong pemerintah daerah setempat untuk melakukan pendataan keluarga rentan di Kabupaten Ngada sebagai langkah pencegahan kekerasan terhadap anak.

“Kami juga meminta pemerintah desa, pemerintah daerah untuk mendata keluarga rentan. Ini kan juga termasuk keluarga rentan, berikut juga sekolah dan semua elemen sekolah di seluruh Indonesia sekalipun, juga kami minta sekolah wajib memiliki data kerentanan anak,” kata Diyah Puspitarini.

Ia menjelaskan, data kerentanan anak menjadi instrumen penting untuk mencegah terjadinya kekerasan, termasuk mencegah terulangnya kasus anak mengakhiri hidup. Pendataan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi pengasuhan hingga faktor ekonomi keluarga.

“Data kerentanan ini dilihat dari kondisi anak, dari pengasuhan, ekonomi, apakah keluarga berpisah? Apakah tinggal dengan pihak ketiga? Pengasuhan ketiga ini bisa kakek, nenek. Nah itu harus didata, karena itu bisa memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan, karena itu sudah termasuk kerentanan,” kata Diyah Puspitarini.

Sebelumnya, pada Kamis (29/1), seorang siswa kelas 4 SD Negeri di Kabupaten Ngada berinisial YBR (10) ditemukan mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya. Peristiwa ini menyita perhatian publik dan memunculkan keprihatinan luas terhadap perlindungan anak.

Selama ini, korban diketahui tinggal bersama neneknya yang telah lanjut usia. Sementara ibunya, MGT (47), tinggal di kampung lain bersama dua saudara korban. Dua saudara tiri korban lainnya telah berusia dewasa dan merantau ke Papua serta Kalimantan.

Baca Juga :

Link Nonton Drama Korea My Sweet Mobster Sub Indo
Kerja Keras di Balik Tiga Kemenangan Beruntun Persija. Intensitas Latihan, Rotasi Cerdas, Mental Juara

Ibu korban diketahui menanggung nafkah lima anak, termasuk korban yang merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Ayah kandung korban pergi merantau sejak korban masih dalam kandungan dan hingga kini tidak pernah kembali.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kunjungan kerja Panja Migas Komisi XII DPR di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/2/2026). (Foto : ANTARA/Dok. Humas BPH Migas) BPH Migas Dorong Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional Jelang Ramadhan dan Idul Fitri
Next Article KLa Project Rayakan 37 Tahun Lewat Konser LUX NOVA
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

19 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

20 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index