INVERSI.ID – Perayaan Hari Raya Idulfitri identik dengan tradisi mengenakan busana terbaik. Namun di tengah kondisi ekonomi yang menuntut masyarakat lebih bijak dalam berbelanja, strategi memilih pakaian berkualitas dengan harga terjangkau menjadi solusi yang semakin relevan.
Pendiri sekaligus desainer jenama Dama Kara, Nurdini Prihastiti, membagikan tips cerdas dalam memadukan busana Lebaran agar tetap stylish tanpa harus menguras anggaran.
“Dari membeli lebih baik (buy better) atau punya kualitas yang baik, satu baju yang kita kenakan itu bisa jadi beberapa gaya,” kata Dini dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Menurut Dini, langkah utama agar pengeluaran tidak membengkak saat membeli baju Lebaran adalah dengan memilih produk yang memiliki mutu baik dan daya tahan lama. Busana yang berkualitas memungkinkan pemiliknya untuk mengeksplorasi berbagai padu padan dalam kesempatan berbeda.
Ia menyarankan agar konsumen memilih pakaian yang fleksibel, sehingga dapat digunakan tidak hanya saat Hari Raya, tetapi juga untuk aktivitas lain seperti bekerja di kantor maupun menghadiri acara formal seperti pesta pernikahan.
Salah satu contohnya adalah kemeja dengan sentuhan teknik Sashiko atau detail sulaman tusukan kecil khas Jepang. Desain ini dinilai mampu memberikan karakter unik sekaligus nilai tambah pada busana.
“Jadi dia ada kancingnya, tapi kalau dibuka, dia bisa jadi seperti two in one look begitu,” kata dia.
Kemeja tersebut, lanjut Dini, juga dapat dipadukan dengan obi atau ikat pinggang bergaya Jepang untuk menciptakan tampilan berbeda.
“Jadi ada totalnya tiga tampilan begitu. Konsumen itu suka sesuatu yang bisa dipakai untuk beberapa kesempatan ya, jadi kayak cukup beli satu tapi bisa dapat beberapa gaya yang berbeda,” tambah Dini.
Senada dengan itu, CEO Scarf Media Temi Sumalin menilai pentingnya memilih produk berkelanjutan agar pakaian yang telah dimiliki tetap bisa dimanfaatkan dalam berbagai gaya dan suasana.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak harus selalu membeli busana baru setiap kali Lebaran tiba.
“Sebenarnya kami tidak melarang untuk masyarakat berbelanja, tapi justru kita mengarahkan konsumen untuk membeli dengan lebih baik. Kenapa? karena dengan memilih produk yang berkualitas, tentunya ini akan lebih panjang umurnya,” kata Temi.
Dalam kesempatan yang sama, Temi juga mengungkap prediksi tren busana Lebaran 2026. Abaya diperkirakan menjadi salah satu pilihan favorit, diikuti warna-warna dasar yang mudah dipadukan, serta pashmina bermotif abstrak yang memberi sentuhan modern pada tampilan Hari Raya.
Dengan konsep buy better dan keberlanjutan, tren busana Lebaran 2026 diprediksi tidak hanya mengedepankan gaya, tetapi juga nilai fungsional dan investasi jangka panjang dalam dunia fashion.