By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Waspada Virtual Autism, Dampak Tersembunyi Gawai pada Balita
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Waspada Virtual Autism, Dampak Tersembunyi Gawai pada Balita

Kesehatan

Waspada Virtual Autism, Dampak Tersembunyi Gawai pada Balita

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi "screen time" pada anak (Foto: shutterstock)
SHARE

INVERSI.ID – Paparan layar atau screen time yang tidak terkontrol pada anak menjadi perhatian serius para tenaga medis. Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp.TKPS(K) menegaskan bahwa penggunaan gawai secara berlebihan dapat berdampak pada tumbuh kembang hingga kondisi kesehatan anak, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Dalam seminar media yang digelar secara daring di Jakarta, Selasa, Farid menjelaskan bahwa dampak screen time tidak bisa dianggap sepele karena efeknya bisa muncul dalam kurun waktu tertentu.

“Jangka pendek itu konsep terjadinya dampak pada tumbuh kembang atau pada kesehatan anak itu dari 5 tahun, sedangkan jangka panjang konsepnya terjadi setelah 5 tahun paparan screen time,” kata Farid, anggota Unit Kerja koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI.

Ia memaparkan, dampak jangka pendek paling rentan terjadi pada balita, khususnya anak usia di bawah dua tahun. Pada kelompok usia ini, paparan layar berlebih berpotensi memicu keterlambatan perkembangan motorik, hambatan kemampuan bahasa atau speech delay, gangguan kognitif, hingga masalah perilaku seperti hiperaktif, impulsif, dan sulit berkonsentrasi.

“Bahkan ada gangguan perilaku menetap yang mirip seperti autisme atau istilah namanya virtual autism. Jadi, itu sebetulnya mirip autisme saja,” ujar dia.

Selain itu, penggunaan gawai dalam durasi panjang juga berkaitan dengan gangguan tidur. Kebiasaan menatap layar sebelum waktu istirahat dapat mengurangi jam tidur anak. Farid menjelaskan bahwa paparan artificial blue light dari perangkat elektronik bisa mengganggu produksi hormon melatonin, sehingga anak lebih sulit terlelap.

Dalam jangka panjang, anak yang terus-menerus terpapar screen time berlebih berisiko mengalami gangguan fokus, rentan menjadi korban perundungan, mengalami obesitas, hingga penurunan prestasi akademik di sekolah.

“Restriksi posisi lebih dari satu jam yang tetap dapat mengakibatkan obesitas juga, ada risiko-risiko penyakit tidak menular akibat kesehatan fisiknya, dari gangguan tidur, obesitas,” kata dia.

Farid menekankan bahwa screen time disebut berlebihan bukan semata-mata karena durasi yang panjang. Faktor lain seperti tidak adanya seleksi konten dan minimnya keterlibatan orang tua juga berperan besar dalam memengaruhi dampaknya terhadap anak.

Baca Juga :

Film ‘Kuyank’ Tayang Januari 2026, Rio Dewanto dan Barry Prima Angkat Legenda Banjar
Math Champions MIN Uha! Ketika Angka Jadi Ajang Keren

“Orang tua juga tidak boleh hanya sekadar mendampingi di sebelah anak saja, tapi, harus aktif sebagai pendamping yang menjembatani antara apa yang sedang dilihat di layar elektronik dengan keterampilan apa yang dapat dipraktikkan di dunia nyata pada anaknya,” tutur dia.

Edukasi mengenai batasan screen time pada anak dinilai penting di tengah derasnya arus digitalisasi. Peran aktif orang tua dalam memilih konten serta mengarahkan anak untuk tetap aktif secara fisik dan sosial menjadi kunci menjaga tumbuh kembang tetap optimal.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Kesehatan AnakParenting DigitalScreen Time
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Strategi Cerdas Pilih Busana Lebaran 2026: Stylish Tanpa Bikin Kantong Jebol
Next Article Larangan Ekspor Timah Menggema, Pemerintah Kejar Ekonomi Rp 618 Triliun
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index