JAKARTA – Transformasi pengelolaan bandara di Indonesia memasuki babak baru yang menjanjikan sejak berdirinya InJourney Airports pada September 2024. Sebagai entitas terintegrasi di bawah naungan InJourney, langkah ini bukan hanya menyatukan pengelolaan bandara, tetapi juga merancang ulang tata kelola dan pengalaman pelanggan untuk memenuhi standar layanan berkelas dunia. Dengan tujuan menciptakan bandara yang lebih efisien dan bersaing di tingkat internasional, InJourney Airports telah melakukan langkah strategis yang dapat membawa sektor kebandarudaraan Indonesia lebih maju.
Langkah Awal: Harmonisasi Sistem dan Standardisasi Layanan
Pada tahap pertama, fokus utama dari transformasi ini adalah harmonisasi sistem operasional dan tata kelola. Dengan menyatukan praktik terbaik yang diterapkan di berbagai bandara, InJourney Airports berusaha menciptakan sistem yang konsisten di seluruh Indonesia. Dua bandara tersibuk, yakni Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali, dipilih sebagai proyek percontohan. Keputusan ini bertujuan untuk memastikan bahwa perubahan yang dilakukan tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga dirasakan langsung oleh para penumpang. Hal ini mengarah pada pengalaman pengguna yang lebih baik dan terintegrasi.
Transformasi yang Ditekankan pada Tiga Pilar
InJourney Airports menjalankan transformasi berdasarkan tiga pilar utama, yaitu premises, process, dan people. Pilar pertama, premises, fokus pada modernisasi infrastruktur dengan pendekatan yang mengutamakan pengalaman pelanggan. Area-area keberangkatan dan kedatangan ditata ulang dengan desain yang lebih bersih, nyaman, dan intuitif. Keamanan dan efisiensi tetap menjadi prioritas utama dalam perubahan ini.
Pada pilar process, kolaborasi lintas instansi dalam ekosistem kebandarudaraan semakin diperkuat. Hal ini bertujuan untuk mempercepat alur penumpang, memperbaiki waktu proses check-in, serta meningkatkan sistem layanan yang lebih terintegrasi. Efisiensi operasional menjadi hal yang krusial tanpa mengorbankan standar keselamatan yang sudah ada.
Pilar ketiga, people, berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan standar global dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dalam hal ini, pelayanan tidak hanya dilihat dari segi prosedur, tetapi juga dari kualitas interaksi dan empati yang ditunjukkan oleh para petugas bandara. Pelatihan dan pengembangan kemampuan karyawan dilakukan untuk memastikan mereka dapat memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pengguna jasa.
Ketiga pilar tersebut didukung penuh oleh pemanfaatan teknologi modern. Digitalisasi layanan dan pemantauan berbasis data menjadi bagian penting dalam strategi ini untuk menciptakan efisiensi dan transparansi operasional.
Pengakuan Dunia: Hasil Nyata dari Transformasi InJourney Airports
Upaya transformasi yang dilakukan oleh InJourney Airports akhirnya mendapatkan pengakuan dunia melalui Airports Council International (ACI) dalam program ACI ASQ Customer Experience Awards 2025. Penghargaan ini mengukur kepuasan penumpang secara real-time di seluruh dunia, dan hasilnya menunjukkan keberhasilan transformasi yang telah dilakukan. Di antaranya, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta berhasil meraih gelar Best Airport at Departures: Over 40 Million Passengers dan Cleanest Airport in Asia-Pacific, sementara Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali meraih penghargaan sebagai Best Airport of 15 to 25 Million Passengers in Asia-Pacific.
Tidak hanya itu, sejumlah bandara lain seperti Bandar Udara Internasional Yogyakarta dan Bandar Udara Pattimura juga mendapatkan penghargaan dalam ACI World Director General’s Roll of Excellence, sebuah prestasi bergengsi yang hanya diberikan kepada bandara yang konsisten meraih kategori juara dalam program ASQ selama lima tahun berturut-turut.
Bandara sebagai Wajah Bangsa
Pencapaian ini merupakan bukti nyata bahwa InJourney Airports berhasil mewujudkan visinya untuk menjadikan bandara Indonesia sebagai “Face and Pride of the Nation”. Dalam hal ini, Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan bertujuan menjadikan bandara bukan sekadar infrastruktur transportasi, tetapi sebagai representasi kualitas layanan Indonesia di mata dunia.
“Bandara kini menjadi wajah pertama dan terakhir yang akan dilihat oleh wisatawan dan pelaku bisnis internasional. Kami ingin menciptakan kesan yang baik dan mengangkat citra Indonesia sebagai negara yang maju dalam bidang pelayanan publik,” ujar Pahlevi.
Dengan keberhasilan ini, InJourney Airports semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor perubahan kebandarudaraan Indonesia yang siap bersaing di tingkat global, sekaligus membanggakan seluruh rakyat Indonesia.
Baca Juga : https://inversi.id/menjadi-wajah-baru-kebandarudaraan-indonesia-peran-strategis-injourney-airports/