By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Ramadhan Terkotori Korupsi! Kenapa Pejabat Daerah Sulit Lepas dari Jerat Suap?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ramadhan Terkotori Korupsi! Kenapa Pejabat Daerah Sulit Lepas dari Jerat Suap?

PolitikTerkini

Ramadhan Terkotori Korupsi! Kenapa Pejabat Daerah Sulit Lepas dari Jerat Suap?

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 months ago
Share
3 Min Read
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq didampingi Wakil Bupati Sukirman saat kegiatan penyaluran bansos di Pekalongan, beberapa Waktu lalu. Kini mantan penyanyi dangdut itu jadi korban ke tujuh Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK atas kasus dugaan korupsi. (Foto, Dok-Humas Kabupaten Pekalongan)
SHARE

JAKARTA – Operasi tangkap tangan (OTT) kembali menghentak publik. Kali ini, Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang juga dikenal sebagai mantan penyanyi dangdut, terjaring OTT ketujuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang 2026.

Penangkapan ini menambah daftar panjang kepala daerah yang tersandung kasus korupsi, bahkan di bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar, mengapa pejabat daerah begitu sulit lepas dari praktik korupsi?

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan tim penyelidik mengamankan sejumlah pihak di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, termasuk bupati. “Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Kabupaten Pekalongan. Salah satunya Bupati,” ujar Budi di Jakarta, Selasa, (3/3/2026)

Fadia kini dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sesuai KUHAP, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang diamankan.

Penangkapan ini bukan yang pertama di 2026. Sebelumnya, KPK telah melakukan enam OTT lain. Mulai dari dugaan suap pemeriksaan pajak di KPP Madya Jakarta Utara, aksi pemerasan oleh Maidi, Wali Kota Madiun, lalu dugaan pemerasan pengisian perangkat desa oleh Sudewo, Bupati Pati. Tak ketinggalan kasus restitusi pajak di KPP Madya Banjarmasin, dugaan korupsi importasi barang tiruan yang menjerat pejabat Bea Cukai, dan dugaan suap sengketa lahan di Pengadilan Negeri Depok.

Rentetan ini memperlihatkan satu pola, yakni kepala daerah dan pejabat publik tetap menjadi titik rawan korupsi.

Berdasarkan data KPK dalam beberapa tahun terakhir, kepala daerah termasuk kelompok dengan angka penindakan tertinggi. Sejak KPK berdiri hingga 2025, lebih dari 160 kepala daerah pernah terjerat kasus korupsi. Modus yang paling sering muncul terdiri dari, suap proyek infrastruktur, gratifikasi, jual beli jabatan, dan pemerasan perizinan

Peneliti Pusat Studi Antikorupsi (Pukat) UGM, Zaenur Rohman, pernah menyebut bahwa biaya politik yang mahal dalam pilkada menjadi akar masalah mengapa korupsi marak di tingkat daerah. “Ketika ongkos politik tinggi, kepala daerah terdorong mencari cara mengembalikan modal,” jelasnya.

Fenomena ini sering disebut sebagai lingkaran setan kekuasaan daerah. Kepala daerah terpilih didukung koalisi partai dan donatur. Setelah mereka menjabat, muncul tekanan untuk membagi proyek kepada pendukung, memberikan posisi strategis, dan mengatur perizinan demi kepentingan tertentu. Tak jarang, kewenangan besar di daerah—mulai dari perizinan tambang, proyek infrastruktur, hingga pengisian jabatan—menjadi ladang basah.

Baca Juga :

Fahmi Ikhlas Istrinya Direbut Mantan Pacar Anggi Anggraeni, Meski Belum Sempat Malam Pertama
CEO Google Ungkap Bahaya Instal Aplikasi Android di Luar Play Store

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai lemahnya pengawasan internal pemerintah daerah juga memperburuk situasi. “Checks and balances di daerah sering tidak berjalan efektif karena DPRD dan kepala daerah berada dalam satu jejaring kepentingan politik,” ujarnya.

Penangkapan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Fadia Arafiq di bulan suci menjadi ironi tersendiri. Publik kembali diingatkan bahwa persoalan korupsi bukan sekadar soal hukum, tetapi juga integritas pribadi dan sistem politik.

Selama pembenahan pembiayaan politik belum dilakukan, transparansi anggaran belum optimal, dan pengawasan masyarakat belum kuat, potensi korupsi kepala daerah akan terus berulang.

You Might Also Like

LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
TAGGED:Bupati PekalonganFadia ArafiqKPKOTT
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Suasana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, yang memadukan desain arsitektur modern dengan nuansa khas Bali. Dikelilingi taman hijau yang asri, bandara ini memberikan kesan menyambut yang hangat bagi para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata. (Foto : Dok. injourney.id) InJourney Airports Mewujudkan Standar Layanan Bandara Kelas Dunia di Indonesia
Next Article Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan mengenai perjanjian dagang dengan Amerika Serikat yang tidak menambah kuota impor energi, namun hanya mengalihkan sumber impor. Hal ini disampaikan dalam acara Semarak Milad ke-28 KAMMI, yang mengangkat tema "Mewujudkan Kedaulatan Energi Nasional" di Sofyan Hotel, Jakarta, pada Minggu, 1 Maret 2026. (Foto: Dok. Kementerian ESDM) Perjanjian Dagang dengan AS Tidak Menambah Kuota Impor Energi Nasional
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index