By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: RI–Jepang Bangun Aliansi Mineral Kritis dan Nuklir di Forum Energi Indo-Pasifik
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » RI–Jepang Bangun Aliansi Mineral Kritis dan Nuklir di Forum Energi Indo-Pasifik

EkonomiTerkini

RI–Jepang Bangun Aliansi Mineral Kritis dan Nuklir di Forum Energi Indo-Pasifik

Nicholas
By
Nicholas
3 months ago
Share
4 Min Read
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa, sepakat membangun kolaborsi demi ketahanan energi kedua negara dan juga kawasan Indo Pasifik. (Foto, Dok Kementerian ESDM)
SHARE

TOKYO – Di tengah memanasnya dinamika geopolitik global dan meningkatnya kebutuhan energi bersih, Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi memperkuat kerja sama energi dengan Jepang, mencakup sektor mineral kritis hingga teknologi energi nuklir.

Kesepakatan penting ini tercapai dalam rangkaian pertemuan tingkat tinggi Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Jepang. Forum yang mempertemukan para pemimpin sektor energi di kawasan Indo-Pasifik tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas kolaborasi strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi di masa depan.

Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa, kedua negara sepakat menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) di dua bidang strategis, mineral kritis dan energi nuklir.

Kerja sama ini dinilai sebagai langkah penting untuk membangun sistem energi yang lebih tangguh, terintegrasi, sekaligus mendukung transisi menuju energi rendah karbon.

“Saya sangat menyambut baik memorandum yang hari ini kita tandatangani, khususnya di bidang mineral kritis. Kami sangat terbuka dan mengundang pemerintah maupun pengusaha Jepang untuk bersama-sama mengelola mineral kritis yang dimiliki Indonesia,” ujar Menteri Bahlil di sela pertemuan bilateral di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3/2026)

Indonesia Pegang Kunci Mineral Dunia

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Bahlil menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok energi global. Indonesia tercatat memiliki sekitar 43 persen cadangan nikel dunia, serta sumber daya mineral penting lainnya seperti bauksit, timah, tembaga, hingga logam tanah jarang.

Potensi besar inilah yang membuat Indonesia menjadi mitra penting dalam pengembangan teknologi energi masa depan, termasuk baterai kendaraan listrik dan teknologi energi bersih lainnya.

“Kita punya nikel, bauksit, timah, tembaga, bahkan logam tanah jarang. Kalau ini bisa kita kelola bersama, saya pikir itu akan menjadi hal yang sangat baik bagi masa depan energi,” kata Menteri Bahlil.

Baca Juga :

Dissenting Opinion Tiga Hakim MK, DPR: Perlunya Perbaikan Kualitas Pemilu dan Pilkada
Hari Pendidikan Nasional di Manado: Saatnya Bangkit & Wujudkan Mimpi Lewat Ilmu

Melalui kolaborasi ini, Indonesia dan Jepang diharapkan dapat memperkuat rantai pasok mineral strategis dunia sekaligus mempercepat pengembangan teknologi energi bersih.

Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa menilai kerja sama energi antarnegara menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Menurutnya, berbagai tantangan geopolitik menuntut negara-negara untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas pasokan energi serta memperkuat cadangan energi strategis.

“Di tengah situasi krisis global saat ini, kerja sama sangat penting untuk menjaga ketahanan energi. Jepang sendiri telah menyiapkan cadangan energi strategis sebagai langkah antisipasi,” ujar Akazawa.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan terhadap izin ekspor Liquefied Natural Gas (LNG) ke Jepang, yang selama ini menjadi salah satu sumber energi penting bagi negara tersebut.

Selain mineral kritis, kedua negara juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang energi nuklir, khususnya dalam pengembangan teknologi yang aman dan berstandar tinggi.

Melalui kerja sama ini, Indonesia berpeluang memanfaatkan pengalaman panjang Jepang dalam pengembangan teknologi nuklir sebagai solusi energi rendah karbon di masa depan.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi transisi energi Indonesia untuk mencapai target penurunan emisi sekaligus menjaga pasokan energi tetap stabil.

Berikutnya, Indonesia dan Jepang akan melanjutkan pembahasan terkait penguatan ketahanan energi kawasan, termasuk kerja sama pada rantai pasok LNG, batu bara, serta percepatan berbagai proyek energi di bawah kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).

Beberapa proyek strategis yang masuk dalam kerja sama ini antara lain operasional PLTP Sarulla serta penyelesaian proyek PLTSa Legok Nangka di Indonesia.

Kerja sama energi antara Indonesia dan Jepang ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendukung upaya dekarbonisasi dan stabilitas energi di kawasan Indo-Pasifik.

Dengan langkah ini, Indonesia semakin menunjukkan perannya sebagai pemain penting dalam peta energi global—bukan hanya sebagai pemilik sumber daya, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun masa depan energi dunia.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
TAGGED:Bahlil LahadaliaEnergi nuklirIPEMMineral kritisRyosei Akazawa
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Geger Oscars 2026! One Battle After Another Borong 6 Piala Sekaligus, Bintang Marvel & DC Saling Sikut Rebut Aktor Terbaik!
Next Article DPR Desak Polri Bongkar Tuntas Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS — Jangan Ada Agenda Tersembunyi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah

4 days ago
Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

4 days ago
Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index