By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Iran Pasang Lima Syarat ke AS Sebelum Negosiasi Dilanjutkan, Selat Hormuz Jadi Sorotan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Iran Pasang Lima Syarat ke AS Sebelum Negosiasi Dilanjutkan, Selat Hormuz Jadi Sorotan

Internasional

Iran Pasang Lima Syarat ke AS Sebelum Negosiasi Dilanjutkan, Selat Hormuz Jadi Sorotan

Jack
By
Jack
3 weeks ago
Share
3 Min Read
Foto : Bendera Iran, Miniatur Donald Trump (Sumber : kontan.co.id)
Foto : Bendera Iran, Miniatur Donald Trump (Sumber : kontan.co.id)
SHARE

INVERSI.ID – Iran menegaskan belum bersedia melanjutkan negosiasi putaran kedua dengan Amerika Serikat sebelum lima tuntutan utama mereka dipenuhi. Langkah itu disebut sebagai upaya Teheran untuk membangun kembali kepercayaan terhadap Washington setelah konflik yang terus memanas dalam beberapa bulan terakhir.

Kantor Berita Fars pada Selasa (12/5) melaporkan, berdasarkan sumber internal, lima tuntutan tersebut dianggap sebagai “jaminan minimum” agar proses negosiasi baru dengan Amerika Serikat dapat kembali dilakukan.

Adapun lima syarat yang diajukan Iran mencakup penghentian perang di seluruh kawasan konflik, terutama di Lebanon, pencabutan sanksi ekonomi, pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan, kompensasi atas kerusakan akibat perang, hingga pengakuan terhadap hak kedaulatan Iran di Selat Hormuz.

Selain itu, Iran juga menyampaikan kepada Pakistan yang berperan sebagai mediator bahwa keberlanjutan blokade laut Amerika Serikat di kawasan Laut Arab dan Teluk Oman setelah gencatan senjata semakin memperburuk rasa tidak percaya Teheran terhadap Washington.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa seluruh tuntutan itu diajukan bukan sekadar tekanan politik, melainkan bentuk langkah konkret untuk membangun kembali fondasi diplomasi sebelum kedua negara kembali duduk di meja perundingan.

Iran disebut meyakini negosiasi tidak akan berjalan efektif tanpa adanya realisasi nyata terhadap lima syarat tersebut.

Laporan Fars juga menyebut tuntutan Iran muncul sebagai respons atas 14 poin proposal yang sebelumnya diajukan Amerika Serikat. Menurut Teheran, usulan dari Washington dianggap terlalu berat sebelah dan lebih berfokus mengamankan kepentingan yang gagal dicapai lewat jalur perang.

Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada 28 Februari. Operasi militer itu kemudian memicu serangan balasan Iran terhadap Israel serta sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk Persia, termasuk blokade di Selat Hormuz.

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan hingga tercapai gencatan senjata pada 8 April. Namun, pembicaraan lanjutan yang berlangsung di Islamabad dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Baca Juga :

Unismuh Makassar Dominasi Kunjungan Pelajar dalam Pameran Inovasi Perguruan Tinggi 2026
Baznas Bantul Siap Support: Dana Zakat Jadi Booster untuk Siswa MTsN 6

Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan memperpanjang masa gencatan senjata untuk waktu yang belum ditentukan.

Pada Minggu (10/5), Iran juga telah menyampaikan respons resmi terhadap proposal damai Amerika Serikat melalui Pakistan. Namun, Presiden Donald Trump menilai jawaban dari Teheran tersebut “benar-benar tak dapat diterima.”

You Might Also Like

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Putin Apresiasi Kontribusi Umat Muslim Rusia Saat Momentum Idul Adha 1447 H
Pemerintah Pulangkan 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla 2.0, Menlu RI Tegaskan Negara Hadir Lindungi Warganya
Politikus Rumania Sebut Uni Eropa Menuju Kebangkrutan
Pasukan Perdamaian PBB Melemah, Dunia Terancam Konflik Tanpa Akhir?
TAGGED:IranIran-ASKonflik Timur Tengah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Intelijen AS Sebut Iran Masih Simpan 70 Persen Kekuatan Rudal, Ketegangan Timur Tengah Belum Reda
Next Article Perjuangan Garuda Muda Berakhir, Indonesia Gagal Lolos ke Piala Dunia U17 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

120 Ribu Liter Disita! Kasus Tanker Solar Subsidi Bongkar Celah Mafia BBM

Dari Sumur Rakyat ke Energi Nasional! Produksi Minyak Tembus 1.500 Barel per Hari

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

AS dan Iran Segera Perpanjang Gencatan Senjata, Selat Hormuz Siap Dibuka

2 weeks ago
Internasional

Negosiasi Iran dan AS Masuki Tahap Final, Trump Sebut Perang Segera Berakhir

2 weeks ago
InternasionalTerkini

Eropa Andalkan Kotoran Sapi untuk Bertahan, Peringatan Bagi Indonesia Sebagai Negara Agraris

2 weeks ago
InternasionalTerkini

Putin-Xi Kompak Bunyikan Alarm Dunia: Perdamaian Global Terancam ‘Hukum Rimba’

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index