By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Mitos Boros Tumbang! Kompor Listrik Ternyata Lebih Hemat 75%
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mitos Boros Tumbang! Kompor Listrik Ternyata Lebih Hemat 75%

EkonomiTerkini

Mitos Boros Tumbang! Kompor Listrik Ternyata Lebih Hemat 75%

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
2 hours ago
Share
4 Min Read
(Ilustrasi) Seorang ibu rumah tangga di Jakarta tengah memasak dengan menggunakan kompor listrik yang mampu menghemat sekitar 10–20 persen dibandingkan LPG 3 kg bersubsidi. Bahkan jika dibandingkan dengan LPG non-subsidi, tingkat penghematan bisa mencapai 70–75 persen. (Foto, dok/PLN)
SHARE

JAKARTA — Kekhawatiran bahwa penggunaan kompor listrik akan membuat tagihan rumah tangga membengkak mulai terpatahkan oleh data terbaru. Perbandingan biaya operasional tahun 2026 justru menunjukkan bahwa kompor listrik merupakan pilihan yang lebih hemat dibandingkan penggunaan LPG, terutama untuk gas non-subsidi.

Data komparasi biaya penggunaan energi rumah tangga memperlihatkan bahwa dengan tarif listrik Rp1.444 per kWh, biaya memasak menggunakan kompor listrik hanya berkisar Rp1.400 hingga Rp1.800 per hari. Dalam sebulan, pengeluaran yang dibutuhkan berada di rentang Rp43.000 hingga Rp56.000.

Sebagai pembanding, pengguna LPG 3 kilogram bersubsidi mengeluarkan biaya sekitar Rp1.600 hingga Rp2.500 per hari atau Rp48.000 hingga Rp76.000 per bulan. Sementara pengguna LPG non-subsidi kemasan 5 kg hingga 12 kg harus merogoh kocek jauh lebih besar, yakni Rp6.000 hingga Rp7.500 per hari atau sekitar Rp180.000 hingga Rp220.000 per bulan.

Artinya, penggunaan kompor listrik mampu menghemat sekitar 10–20 persen dibandingkan LPG 3 kg bersubsidi. Bahkan jika dibandingkan dengan LPG non-subsidi, tingkat penghematan bisa mencapai 70–75 persen.

Temuan tersebut sejalan dengan berbagai kajian efisiensi energi yang menunjukkan bahwa kompor listrik, khususnya kompor induksi, memiliki tingkat efisiensi panas jauh lebih tinggi dibandingkan kompor gas. Efisiensi panas kompor induksi dapat mencapai 85–90 persen, sedangkan kompor LPG umumnya hanya berada di kisaran 40–50 persen. Akibatnya, energi yang terbuang selama proses memasak menjadi jauh lebih sedikit.

Kompor listrik mampu memanaskan peralatan masak lebih cepat karena panas dihasilkan langsung pada dasar panci melalui teknologi elektromagnetik. Sebaliknya, kompor LPG masih kehilangan sebagian panas ke udara sehingga efisiensinya lebih rendah.

Selain faktor efisiensi, stabilitas biaya juga menjadi nilai tambah. Harga LPG, terutama non-subsidi, sangat dipengaruhi kondisi pasar energi global dan biaya impor. Sebaliknya, tarif listrik rumah tangga cenderung lebih stabil sehingga memudahkan keluarga dalam mengatur pengeluaran bulanan.

Pengguna kompor induksi Andi Arif mengaku peralihan dari LPG ke listrik tidak berdampak signifikan terhadap pengeluaran rumah tangganya. Bahkan, kenaikan tagihan listrik yang ia rasakan hanya sekitar Rp30.000 per bulan.

“Kalau dibandingkan dengan biaya isi ulang gas yang harganya sering naik, tambahan listrik itu masih jauh lebih ringan,” ujar Andi Arif di Jakarta, akhir pekan lalu.

Baca Juga :

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Petir di Dua Wilayah Siang Nanti
JTT Siapkan 26 Gardu Tol di Cikampek Utama Hadapi Puncak Arus Balik

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno juga menilai transisi menuju kompor listrik lebih ekonomis dibandingkan ketergantungan pada LPG impor yang selama ini membebani anggaran negara.

“Kami sudah hitung, masih akan lebih murah (transisi ke kompor listrik) daripada mengimpor LPG,” kata Eddy Soeparno.

Dengan perbandingan biaya tersebut, narasi kompor listrik selalu lebih mahal dibandingkan LPG semakin sulit dipertahankan. Bagi rumah tangga yang selama ini menggunakan LPG non-subsidi, perpindahan ke kompor listrik berpotensi memangkas pengeluaran energi bulanan secara signifikan. Bahkan bagi pengguna LPG subsidi sekalipun, potensi penghematan tetap tersedia berkat efisiensi energi yang lebih tinggi dan biaya operasional yang lebih terkendali.

Di tengah dorongan pemerintah untuk mempercepat transisi energi rumah tangga, data tahun 2026 menunjukkan bahwa manfaat penggunaan kompor listrik tidak hanya berkaitan dengan ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan keuntungan finansial langsung bagi konsumen.

You Might Also Like

Hattrick Messi Membuat Aljazair Tak Berdaya
Haaland Tak Gugup, Irak Dibuat Tak Berkutik!
Mbappé Menggila, Senegal Jadi Korban!
Heboh Harga Pertamax, Padahal dari Awal Tak Pernah Disubsidi
Palu Berduka Lagi, Jangan Biarkan Sulawesi Tengah Berjuang Sendiri
TAGGED:Hemat 75%Kompor listrikLPG
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Heboh Harga Pertamax, Padahal dari Awal Tak Pernah Disubsidi
Next Article Mbappé Menggila, Senegal Jadi Korban!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Isyana Bagoes Oka Sebut Kunjungan Jokowi ke Daerah, Tak Terkait Safari Politik

Konflik AS-Iran Mereda, Menkeu Sebut APBN Berpeluang Lebih Longgar

Gaya Sultan, Mental Subsidi? Netizen Semprot Pengeluh Pertamax

Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada RAPBN 2027

Stok Beras Indonesia Melimpah, Pedagang Diingatkan Jangan Mainkan Harga

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Bertanding Dalam Kondisi Tertindas, Iran Pantang Tumbang

15 hours ago
Pildun 2026Terkini

Duel Legenda Berakhir Imbang! Lukaku dan Mo Salah Sama-sama Bersinar

15 hours ago
Pildun 2026Terkini

Arab Saudi Jaga Gengsi Asia! Tahan Uruguay di Pentas Piala Dunia

16 hours ago
Pildun 2026Terkini

Spanyol Tertahan, Beban Favorit Juara Kini Menggunung

16 hours ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index