SAN FRANCISCO — Austria mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 3-1 atas Yordania pada laga pembuka Grup J di Stadion Levis, San Fransisco, AS, Selasa (16/6) malam Waktu setempat. Sosok veteran Marko Arnautovic tampil sebagai pembeda saat tim asuhan Ralf Rangnick berhasil mematahkan perlawanan sengit wakil Asia tersebut.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Austria yang kembali tampil di Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun sejak edisi 1998. Namun, tiga poin tersebut tidak diraih dengan mudah karena Yordania mampu memberikan perlawanan yang jauh lebih keras dari perkiraan.
Austria membuka keunggulan pada menit ke-21 melalui tendangan keras Romano Schmid yang gagal dihentikan kiper Yordania. Namun keunggulan itu sirna di awal babak kedua ketika Ali Olwan mencetak gol bersejarah, gol pertama Yordania sepanjang penampilan mereka di putaran final Piala Dunia, untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Pertandingan sempat diwarnai drama VAR. Austria sebenarnya sempat mencetak gol melalui Arnautovic pada menit ke-69, tetapi gol tersebut dianulir setelah tinjauan VAR menemukan adanya handball dalam proses terjadinya gol.
Momentum akhirnya berubah pada menit ke-76. Tekanan Austria menghasilkan gol bunuh diri bek Yordania, Yazan Al-Arab, yang salah mengantisipasi bola hasil sepak pojok Marcel Sabitzer. Gol tersebut membawa Austria kembali unggul 2-1.
Arnautovic kemudian memastikan kemenangan Austria pada masa injury time lewat eksekusi penalti setelah pelanggaran handball Saleem Obeid di kotak terlarang. Gol itu menutup laga dengan skor 3-1 untuk Austria.
Pelatih Austria, Ralf Rangnick, mengakui timnya mendapat perlawanan berat dari Yordania.
“Kami tahu ini tidak akan mudah. Yordania bermain sangat baik dan membuat kami bekerja keras untuk meraih kemenangan ini,” ujar Rangnick setelah pertandingan dikutip dari reuters.
Sementara itu, gelandang Austria, Konrad Laimer, menilai mentalitas tim menjadi kunci keberhasilan mereka mengatasi tekanan sepanjang pertandingan.
Di kubu Yordania, pencetak gol Ali Olwan mengaku kecewa gagal membawa timnya meraih poin, tetapi tetap optimistis peluang lolos dari fase grup masih terbuka.
Hasil ini menempatkan Austria dalam posisi yang cukup baik di Grup J. Namun ujian sesungguhnya sudah menanti, yakni duel melawan juara bertahan Argentina yang baru saja menghancurkan Aljazair 3-0 berkat hattrick Lionel Messi. Sementara Yordania akan menghadapi Aljazair dalam laga yang bisa menjadi penentu nasib kedua tim di turnamen ini.