MEXICO CITY – Timnas Inggris mencatat salah satu kemenangan paling bersejarah dalam perjalanan mereka di Piala Dunia setelah menumbangkan tuan rumah Meksiko dengan skor dramatis 3-2 pada babak 16 besar di Estadio Azteca, Mexico City, Meksiko, Minggu (5/7/2026). Kemenangan ini bukan sekadar memastikan langkah ke perempat final, tetapi juga mematahkan dominasi Meksiko di stadion yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu venue paling angker dalam sejarah sepak bola dunia.
Atmosfer pertandingan menuju perempat final itu digambarkan sebagai pengalaman yang luar biasa. Hujan deras, sorakan puluhan ribu suporter Meksiko, serta tekanan bermain di stadion legendaris membuat laga terasa lebih dari sekadar pertandingan sepak bola.
Sejak pagi, Mexico City telah dipenuhi euforia. Jalan-jalan menuju Estadio Azteca dipadati ribuan pendukung berseragam hijau, sementara badai petir yang mengguyur kota menjelang laga semakin menambah dramatis suasana.
Inggris tampil disiplin sejak awal di bawah arahan pelatih Thomas Tuchel. Kiper Jordan Pickford menjadi penyelamat lewat penyelamatan gemilang atas sundulan Raúl Jiménez pada menit ke-15.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36. Bukayo Saka mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Jude Bellingham untuk membawa Inggris unggul 1-0. Tak lama kemudian, Bellingham kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan tekanan tinggi Inggris untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Namun Meksiko tak menyerah. Dukungan penuh publik Azteca membangkitkan semangat tuan rumah hingga mampu memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, situasi berubah drastis ketika bek Jarell Quansah menerima kartu merah pada menit ke-53 akibat tekel keras. Bermain dengan 10 orang selama hampir 40 menit membuat Inggris berada di bawah tekanan luar biasa.
Meski demikian, Inggris justru kembali memperlebar keunggulan melalui eksekusi penalti Harry Kane, sebelum Raúl Jiménez membalas lewat titik putih dan mengubah skor menjadi 3-2.
Sisa pertandingan berubah menjadi ujian mental bagi Inggris. Meksiko terus menggempur pertahanan lawan, sementara Tuchel memasukkan Dan Burn, Djed Spence, dan John Stones untuk memperkuat lini belakang.
Tambahan waktu hingga 11 menit membuat laga terasa seperti tak berujung. Namun disiplin pertahanan Inggris akhirnya mampu meredam tekanan Meksiko hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini menjadi salah satu hasil tandang terbesar Inggris di fase gugur Piala Dunia. Mereka juga berhasil mengakhiri rekor kandang Meksiko yang belum terkalahkan dalam 10 pertandingan Piala Dunia di Estadio Azteca.
Usai pertandingan, Thomas Tuchel memuji perjuangan anak asuhnya. “Meski para pemain sangat kelelahan berjuang ke babak berikutnya, tapi semua itu menjadi indah untuk disaksikan,” kata Tuchel sambil tersenyum.
Kemenangan bersejarah tersebut membawa Inggris melaju ke perempat final Piala Dunia 2026, di mana mereka akan menghadapi Norwegia di Miami pada Sabtu mendatang. Setelah berhasil menaklukkan Meksiko di stadion paling legendaris mereka, kepercayaan diri The Three Lions kini semakin tinggi untuk melangkah lebih jauh dalam perburuan gelar juara dunia.