By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS

Pildun 2026Terkini

Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
22 seconds ago
Share
4 Min Read
Presiden AS, Donald Trump saat memegang trofi Piala Dunia di ruang Oval Gedung Putih, Washington, AS, tahun lalu bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. Intervensi Trump terhadap keputusan kartu merah penyerang AS, , Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 dinilai malah merugikan tuan rumah. (Foto, dok/www.fifa.com)
SHARE

JAKARTA – Kontroversi besar mewarnai Piala Dunia 2026 setelah FIFA menunda hukuman larangan bermain satu pertandingan terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, jelang laga babak 16 besar melawan Belgia. Keputusan tersebut memicu tudingan bahwa badan sepak bola dunia itu tunduk pada pengaruh politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam analisis yang ditulis Pablo Iglesias Maurer, di The Guardian, Senin (6/7/2026), keputusan FIFA dinilai mencederai integritas turnamen. Maurer bahkan membandingkan peristiwa ini dengan kisah legendaris Garrincha di Piala Dunia 1962, ketika campur tangan politik disebut-sebut membantu bintang Brasil itu lolos dari hukuman tambahan sehingga bisa tampil di partai final.

Kontroversi bermula setelah Balogun menerima kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0. Penyerang yang kini membela AS Monaco itu dianggap menginjak pergelangan kaki lawan dalam perebutan bola. Keputusan wasit melalui tinjauan VAR memicu perdebatan luas karena banyak pihak menilai kartu merah tersebut terlalu berat.

Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino dan Balogun sempat menerima hukuman tersebut, meski menyampaikan kekecewaan. Namun situasi berubah drastis ketika Donald Trump dikabarkan melakukan serangkaian komunikasi dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, sementara US Soccer Federation juga melobi agar hukuman Balogun ditunda.

Tak lama kemudian, FIFA memutuskan hukuman satu laga Balogun ditangguhkan hingga turnamen berakhir. Meski FIFA menyatakan keputusan tersebut sesuai ketentuan dalam regulasi disiplin organisasi, banyak pihak mempertanyakan waktu dan konteks keputusan yang dinilai belum pernah terjadi selama Piala Dunia berlangsung.

Maurer menilai publik sulit mempercayai bahwa komunikasi Trump sama sekali tidak memengaruhi keputusan tersebut. Ia menyoroti hubungan dekat antara Trump dan Infantino yang selama ini kerap terlihat dalam berbagai kesempatan.

Menurut Maurer, langkah Trump justru merugikan sepak bola Amerika sendiri. Padahal, Amerika Serikat tampil mengesankan sepanjang fase grup dan lolos ke babak gugur berkat performa yang dinilai layak. Kehadiran kembali Balogun justru membuat kemenangan apa pun atas Belgia berpotensi dipandang sebagai hasil yang diuntungkan oleh keputusan administratif FIFA.

Reaksi keras juga datang dari pelatih Belgia Rudi Garcia, yang menyindir keputusan itu dengan mengatakan, “Saya tidak tahu April Mop jatuh pada bulan Juli.” Federasi Sepak Bola Belgia bahkan disebut sedang mempelajari opsi hukum atas keputusan tersebut.

Pelatih Norwegia Ståle Solbakken, usai membawa timnya menyingkirkan Brasil, juga mengecam langkah FIFA. “Saya pikir itu kesalahan besar FIFA. Keputusan yang sangat buruk. Saya kasihan kepada Amerika Serikat, karena sekalipun mereka menang, pertandingan itu akan selalu dibayangi persoalan ini. Tidak baik untuk olahraga,” ujarnya.

Baca Juga :

Fakta-fakta Letjen Maruli Simanjuntak, Eks Pengawal Jokowi Berpeluang Jadi Kasad
Minta Orang-Orang Jangan Gunakan iPhone Terlalu Sering, CEO Apple: Kami Tak Inginkan Itu

Maurer menilai campur tangan Trump juga berpotensi merusak citra positif Piala Dunia 2026 yang sebelumnya mendapat apresiasi setelah mampu mengatasi berbagai kekhawatiran mengenai harga tiket, visa, hingga persoalan logistik.

Di akhir tulisannya, Maurer menyebut Trump kembali menunjukkan apa yang disebutnya sebagai sikap paling khas Amerika: menggunakan pengaruh politik untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Menurutnya, keputusan tersebut bukan hanya memunculkan polemik baru, tetapi juga meninggalkan pertanyaan besar mengenai independensi FIFA dalam menjaga keadilan dan kredibilitas kompetisi sepak bola terbesar di dunia.

You Might Also Like

Haaland Singkirkan Selecao dan Bawa Norwegia ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Drama di Azteca! Inggris Ukir Sejarah, Taklukkan Meksiko di Kandang Keramatnya
Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai
Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera
Penalti Emas Mbappe Bungkam Paraguay, Prancis Melaju ke Perempat Final
TAGGED:Donald TrumpFIFAGianni Infantinopiala dunia 2026
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Haaland Singkirkan Selecao dan Bawa Norwegia ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

Resmi Besok Dijual! Pakar ITB Ungkap Keuntungan Ganda Biosolar B50

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

KesehatanTerkini

Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas

22 hours ago
Pildun 2026Terkini

Kanada Tersingkir, Singa Atlas Ukir Sejarah ke Perempat Final

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Gol Cepat Jhon Arias Singkirkan Ghana! Kolombia Melesat ke 16 Besar

23 hours ago
Terkini

Gunung Anak Krakatau Siaga: Warga Banten & Lampung Harus Antisipasi!

23 hours ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index