INVERSI.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan apresiasi terhadap kontribusi sekolah swasta dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta menjadi elemen penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan di Indonesia.
Abdul Mu’ti menilai tantangan dunia pendidikan di Tanah Air masih sangat beragam. Di satu sisi terdapat sekolah dengan fasilitas lengkap dan jumlah murid melimpah, namun di sisi lain masih ada sekolah yang minim peminat.
“Realitas pendidikan di Indonesia ini memang ada sekolah yang megah, ada sekolah yang muridnya banyak, tetapi ada juga beberapa sekolah yang pendaftarnya satu,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Minggu.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membangun sistem pendidikan yang inklusif dan saling mendukung demi terciptanya kualitas pembelajaran yang merata bagi seluruh siswa.
Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa sekolah swasta memiliki posisi strategis dalam sistem pendidikan nasional. Ia menyebut kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta harus terus diperkuat agar akses pendidikan berkualitas semakin luas.
Ia menambahkan, semangat kerja sama tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang menjamin hak seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan bermutu tanpa memandang latar belakang sekolah.
“Apakah sekolah itu sekolah elite atau sekolah yang sederhana, semuanya haruslah sekolah yang bermutu dan sekolah yang memiliki kualitas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti turut mengapresiasi pendekatan pendidikan yang diterapkan Sekolah Bakti Mulya 400. Menurutnya, sekolah tersebut tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter dan kepribadian peserta didik.
“Kami berterima kasih kepada Bakti Mulya 400 yang telah memberikan model pembelajaran yang berkualitas pada kepribadian Indonesia,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya mengejar kemampuan akademis semata. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter, integritas, serta rasa nasionalisme generasi muda.
“Pendidikan tidak hanya proses untuk mendidik anak-anak bangsa ini pandai mengerjakan soal atau keterampilan teknokratik, tapi juga harus membentuk integritas, nasionalisme, dan komitmen untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ujar Mendikdasmen.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Bakti Mulya 400 Sutrisno Muslimin mengatakan sekolah yang dipimpinnya memiliki visi mencetak generasi unggul yang seimbang antara prestasi akademik dan karakter kebangsaan.
“Ada tiga capaian besar BM 400 yaitu membentuk generasi religius, nasionalis, dan internasionalis,” ujarnya.
Kolaborasi antara pemerintah dan sekolah swasta dinilai menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. Dengan dukungan berbagai pihak, kualitas pendidikan Indonesia diharapkan semakin kompetitif sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan.