INVERSI.ID – Legenda bulu tangkis dunia asal Denmark, Viktor Axelsen, kini menikmati kehidupan baru bersama keluarga setelah memutuskan pensiun dari dunia bulu tangkis profesional akibat cedera punggung kronis yang terus menghantuinya.
Mantan pebulu tangkis nomor satu dunia itu mengaku kehidupannya tetap berjalan teratur meski tidak lagi disibukkan dengan jadwal latihan dan turnamen internasional seperti saat masih aktif bertanding.
“Ya kehidupan harian saya masih cukup terstruktur. Saya mencoba menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan kedua putri saya,” kata Axelsen dalam keterangan resmi saat menghadiri acara meet and greet “Celebrating the Legacy of Viktor Axelsen” di The Westin Jakarta, Minggu.
Peraih dua medali emas Olimpiade tersebut mengatakan dirinya kini lebih fokus menjalani peran sebagai ayah sambil tetap menjaga kebugaran tubuh lewat latihan fisik rutin.
“Ketika saya tidak bersama mereka, saya mengantar mereka ke sekolah dan kemudian saya tetap melakukan latihan fisik,” ujar dia.
Axelsen resmi mengakhiri karier profesionalnya pada April 2026 di usia 32 tahun. Keputusan itu diambil setelah cedera punggung yang dialaminya terus kambuh meski telah menjalani operasi.
Kondisi tersebut membuat Axelsen kesulitan tampil maksimal tanpa rasa sakit, sehingga ia memilih memprioritaskan kesehatan jangka panjang dibanding terus memaksakan diri berkompetisi di level tertinggi.
Meski telah gantung raket, Axelsen belum benar-benar meninggalkan dunia olahraga yang telah membesarkan namanya. Namun, untuk saat ini ia belum memiliki rencana mengikuti jejak mantan atlet lain yang beralih profesi menjadi pelatih.
“Saat ini belum ada dalam rencana untuk menjadi pelatih. Saya tahu saya akan tetap terlibat di olahraga ini dalam beberapa cara, tetapi saya belum tahu dalam peran seperti apa,” katanya.
Di luar dunia bulu tangkis, Axelsen kini mulai menikmati aktivitas baru di bidang bisnis investasi dan manajemen risiko bersama rekannya yang memiliki latar belakang kecerdasan mesin serta analisis risiko.
“Kami menjalankan bisnis manajemen risiko dalam hal investasi. Ini sesuatu yang benar-benar berbeda dan saya sangat menikmatinya,” ujar Axelsen.
Selain fokus mengembangkan bisnis pribadi, Axelsen juga masih aktif menjalani kerja sama dengan sejumlah sponsor besar yang selama ini mendukung perjalanan kariernya, seperti Yonex, Monitor ERP, dan HSBC.
Menurut Axelsen, hubungan dengan para sponsor tidak hanya dibangun atas dasar profesionalitas, tetapi juga karena adanya kesamaan visi dan nilai dalam menjalani kehidupan maupun pekerjaan.
“Saya rasa dengan Monitor ERP, kami memiliki nilai-nilai yang sama dalam hal bagaimana kami menjalani kehidupan profesional dan juga kehidupan di luar bisnis dan performa,” kata Axelsen.
Sementara itu, CEO Asia Tenggara Monitor ERP Daniel Haggmark mengatakan kolaborasi dengan Axelsen menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun standar kualitas dan hubungan jangka panjang di kawasan Asia Tenggara.
“Nilai yang sama inilah yang setiap hari kami bawa untuk mendukung pertumbuhan komunitas manufaktur di Indonesia,” ujar Daniel.