By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Ada Ribuan Kasus Beresiko Stunting Pada Anak di Solo, Waspadai Gejalanya!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ada Ribuan Kasus Beresiko Stunting Pada Anak di Solo, Waspadai Gejalanya!

Terkini

Ada Ribuan Kasus Beresiko Stunting Pada Anak di Solo, Waspadai Gejalanya!

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

Kasus stunting atau gagal tumbuh terjadi pada anak yang diakibatkan karena kurangnya asupan gizi. Dalam jangka pendek, penderita stunting dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme, dan pertumbuhan fisik pada anak.

Kasus ini terus menjadi perhatian pemerintah, baik pusat maupun daerah. Baru-baru ini, Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa memaparkan, jumlah kasus stunting di Solo saat ini sebanyak 923 kasus.

Angka ini, kata Teguh, turun dibanding tahun lalu yang mencapai 1.050 kasus.

Baca Juga: Gunakan Dana Hibah Pemerintah UEA, Pemkot Solo Alokasikan Rp3,5 Miliar untuk Tangani 1.050 Kasus Stunting

Namun, meskipun turun, jumlah anak yang berisiko stunting masih cukup tinggi, yakni di kisaran 3.000 kasus.

Ketika anak mengalami stunting, terlihat jelas dari tampilan fisiknya, salah satunya adalah berat badannya lebih rendah dibanding anak seusianya.

Inversi.id melansir dari Siloam Hospital, tentang gejala stunting pada anak, sebagai berikut:

  1. Tumbuh kembangnya lambat.
  2. Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya.
  3. Berat badan tidak naik bahkan akan cenderung menurun.
  4. Kemampuan fokus dan memori belajarnya tidak baik.
  5. Anak cenderung lebih pendiam.
  6. Fase pertumbuhan gigi pada anak melambat.
  7. Dalam jangka panjang, bagi anak perempuan berpotensi telat menstruasi pertama.
  8. Anak lebih mudah terserang/terinfeksi berbagai penyakit.

Baca Juga: Untuk Umat Katolik, Ini Jadwal Misa di Kota Solo dan Sekitarnya

Kondisi ini mempengaruh pertumbuhan anak, terutama dampak pada jangka panjangnya, yakni kesulitan belajar, dapat menderita penyakit jantung dan pembuluh darah, kemampuan perkembangan kognitif menurun, meningkatkan risiko obesitas pada anak. Kemudian, daya tahan tubuh melemah sehingga mudah terinfeksi penyakit.

Baca Juga :

Biodata dan Profil Gemi Nastiti, Lengkap dengan Agama, Umur, hingga Instagram
Tips Cegah Makan Secara Berlebihan Saat Lebaran, Jauh dari Kolesterol Jahat

Untuk mengantisipasi ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:

  1. Lakukan pemeriksaan kandungan rutin ke fasilitas kesehatan terdekat
  2. Rutin mengkonsumsi Tablet Tambah Darah, serta memenuhi asupan gizi, seperti protein hewani yang baik bagi tumbuh kembang janin.
  3. Remaja putri aktif minum tablet tambah darah 1 tablet seminggu sekali.
  4. Pada bayi, berkan ASI ekslusif selama 6 bulan.
  5. Bayi berumur di atas enam bulan agar diberikan konsumsi protein hewani dan tetap melanjutkan ASI.
  6. Rutin datang ke Posyandu setiap bulan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan serta imunisasi balita.

You Might Also Like

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026
Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia
Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Buah-buahan: Senjata Rahasia untuk Diet Sehat dan Menyenangkan
Next Article Bus Pariwisata Alami Kecelakaan Dengan Empat Kendaraan Lainnya di Kawasan Ciater, Empat Orang Meninggal Dunia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat

24 hours ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index