By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Anak Muda Asal Garut Ini Wakili Indonesia ke Swedia, Buktikan Bertani Itu Keren!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Anak Muda Asal Garut Ini Wakili Indonesia ke Swedia, Buktikan Bertani Itu Keren!

Event

Anak Muda Asal Garut Ini Wakili Indonesia ke Swedia, Buktikan Bertani Itu Keren!

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Nama Yuswan Wibisana, petani milenial asal Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, kini tengah menjadi sorotan. Ia terpilih mengikuti program internasional untuk mempelajari Artificial Intelligence (AI) dan teknologi pertanian di Swedia, mewakili Indonesia dalam ajang Young Ambassador Agriculture 2025.

Contents
Inovasi e-Bokashi dan IoT Pertanian SirkularKomunitas Baginda Tani Nusantara dan DampaknyaMenuju Grand Final dan Tiket ke SwediaBertani Kini Makin Canggih dan Relevan

Kabar ini disambut hangat oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang memberikan dukungan langsung kepada Yuswan pada Jumat (11/4) di Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul.

“Alhamdulillah sekali, ada orang Garut yang hebat bisa lolos kualifikasi internasional. Saya berharap Yuswan bisa mengimplementasikan teknologi pertanian untuk membangun kesejahteraan masyarakat Garut,” ujar Syakur.

Inovasi e-Bokashi dan IoT Pertanian Sirkular

Yuswan mengikuti program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian RI. Dalam program tersebut, ia memperkenalkan inovasi pertanian berkelanjutan berbasis teknologi yang diberi nama e-Bokashi.

e-Bokashi adalah sistem pengelolaan sampah organik menjadi pupuk mikroba ramah lingkungan, yang dipadukan dengan Internet of Things (IoT) untuk mewujudkan pertanian sirkular.

“Sampah organik yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini bisa diolah menjadi pupuk mikroba yang memperkaya tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan,” jelas Yuswan.

Komunitas Baginda Tani Nusantara dan Dampaknya

Tak hanya berhenti di inovasi teknologi, Yuswan juga menjadi motor penggerak komunitas petani milenial yang ia beri nama Baginda Tani Nusantara. Saat ini, komunitas tersebut telah menaungi sekitar 100 petani muda di Desa Cisitu, Kecamatan Malangbong.

Melalui komunitas ini, para petani milenial belajar soal teknologi pertanian, kewirausahaan, dan pemanfaatan data serta IoT dalam meningkatkan hasil tani dan efisiensi kerja.

Menuju Grand Final dan Tiket ke Swedia

Langkah Yuswan belum berhenti. Ia dijadwalkan mengikuti Grand Final Young Ambassador Agriculture 2025 pada 23 April 2025 di Kementerian Pertanian RI. Jika terpilih, ia akan mendapatkan tiket belajar ke Swedia, mempelajari langsung implementasi AI di sektor pertanian global.

Baca Juga :

Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Elektrifikasi 5.700 Desa pada 2026
Lonjakan Wisatawan Diprediksi 144 Juta, Wamenpar Ingatkan Destinasi Bebas Pungli

“Harapan saya, semoga program Baginda Tani Nusantara bisa menjadi wadah bagi petani muda di Garut dan ikut mendukung program ketahanan pangan nasional dari Presiden Prabowo Subianto,” tutup Yuswan optimistis.

Bertani Kini Makin Canggih dan Relevan

Kisah Yuswan Wibisana adalah bukti bahwa menjadi petani tak lagi dipandang kuno. Dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan penguasaan teknologi, anak muda bisa ikut membangun masa depan pertanian Indonesia yang modern dan berkelanjutan.***

You Might Also Like

Total Football Mengamuk! Belanda Bantai Swedia 5-1
Jakarta Fair 2026 Diserbu Pengunjung, Tembus 1,5 Juta Orang dalam Sepekan
Garut Jadi Tuan Rumah Festival Layang-Layang Internasional, 13 Negara Siap Ambil Bagian
Perbedaan Kasta Bicara! Swedia Hancurkan Tunisia Tanpa Ampun
D’Youth Fest 6.0 Diramaikan Operet Princess Panda yang Angkat Makna Kehidupan
TAGGED:indonesiaPetaniSwedia
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Usung Tema ‘Air Mata Air’, Festival Film Anak Bangsa 2025 Digelar di Kudus
Next Article Memahami Perbedaan Introvert dan Antisosial: Mirip Tapi Tak Sama
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Event

Kemenpar Dukung Jazz Gunung 2026, Perpaduan Musik, Alam, dan Budaya Indonesia

2 weeks ago
Event

Kirab Budaya Tresna Pancasila Meriahkan Malioboro, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Yogyakarta

2 weeks ago
EventOlahraga

PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar

3 weeks ago
Antusias supporter Indonesia saat melihat laga Timnas Garuda Muda melawan Myanmar di Piala AFF U-19 Boys' Bank Sumut Championship 2026, 1 Juni 2026. (Foto: Dok/TWH)
EventOlahraga

Main di Stadion Utama Sumatera Utara, Harga Tiket Laga Timor Leste Vs Indonesia di Piala AFF U-19 2026 Mulai dari Rp 100 Ribu

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index