Halo Inversi! Semangat berprestasi atlet muda Magelang makin membara! Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp260 juta untuk mendukung kontingen daerah yang berlaga di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2025.
Bukan sekadar nominal, dana ini jadi bukti nyata bahwa Pemkot serius mendorong pelajar untuk menorehkan prestasi dan memperkuat posisi Magelang sebagai kota yang peduli olahraga dan generasi muda berdaya saing tinggi.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa dana tersebut difokuskan untuk kebutuhan operasional kontingen mulai dari transportasi, perlengkapan, konsumsi, hingga pendampingan pelatih dan ofisial selama event berlangsung.
“Anggaran Rp260 juta ini bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh perjuangan atlet pelajar Magelang di POPDA 2025. Kita ingin mereka bisa fokus bertanding tanpa terbebani hal teknis,” ujar Eko.
Menurutnya, POPDA bukan cuma ajang lomba olahraga biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk membangun karakter generasi muda yang tangguh, sportif, dan disiplin. “Kita ingin anak-anak Magelang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tapi juga unggul dalam sportivitas dan semangat juang,” tambahnya.
POPDA Jateng 2025 sendiri akan diikuti ribuan atlet pelajar dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan mempertandingkan 21 cabang olahraga, mulai dari atletik, bulu tangkis, bola voli, panjat tebing, taekwondo, renang, hingga wushu. Magelang pun siap mengirim kontingen terbaiknya untuk bersaing di berbagai cabor unggulan.
Salah satu atlet pelajar, Nadya Ramadhani (17), mengaku bangga bisa menjadi bagian dari tim Kota Magelang. “Senang banget bisa mewakili Magelang di tingkat provinsi. Dukungan dari Pemkot bikin kami tambah semangat latihan. Rasanya kayak dipercaya buat bawa nama kota sendiri,” ujar Nadya yang turun di cabang renang.
Tak kalah antusias, pelatih pencak silat, Agus Santoso, menilai perhatian pemerintah terhadap olahraga pelajar sudah semakin meningkat. “Dulu kita sering kesulitan urusan logistik, tapi sekarang semua lebih tertata. Ini bukti kalau pembinaan atlet muda mulai dipandang sebagai investasi masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Dr. Muchamad Nur Aziz menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh atlet pelajar. Menurutnya, ajang seperti POPDA bukan hanya soal medali, tapi tentang membentuk generasi yang tangguh, disiplin, dan pantang menyerah.
“Kemenangan sejati bukan cuma ketika kita naik podium, tapi saat kita mampu melampaui batas diri. Pemerintah akan terus mendukung anak-anak muda Magelang agar berani bermimpi besar dan berjuang untuk mewujudkannya,” kata Wali Kota dalam sambutannya.
Dukungan anggaran ini diharapkan bisa menjadi bahan bakar semangat bagi para atlet pelajar Magelang untuk tampil maksimal. Lebih jauh, kebijakan ini menegaskan bahwa pengembangan olahraga bukan hanya soal prestasi jangka pendek, tapi bagian dari upaya membentuk generasi emas Magelang 2045 yang sehat, berdaya, dan inspiratif.
“Harapannya, dari POPDA ini lahir atlet-atlet muda yang nanti bisa tembus ke tingkat nasional bahkan internasional,” tutup Eko.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan semangat muda yang membara, Magelang siap menunjukkan bahwa semangat juang dan sportivitas adalah identitas anak muda masa kini.