Halo Inversi! Siapa bilang dunia penerbangan cuma buat orang dewasa? Puluhan pelajar dari SD Negeri Klompangan 02, Kabupaten Jember, tampil super antusias saat mencoba simulator Gantole di Bandara Notohadinegoro.
Kegiatan unik ini jadi bagian dari rangkaian Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025, dan sekaligus langkah keren untuk memperkenalkan olahraga dirgantara Gantole ke generasi muda.
Sejak pagi, area bandara dipenuhi suara tawa dan teriakan semangat anak-anak yang penasaran ingin merasakan sensasi “terbang” layaknya pilot. Bukan pesawat sungguhan, tapi lewat simulator Gantole alat latihan canggih yang bisa meniru pengalaman melayang di udara.
Menurut Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Gantole Kabupaten Jember, Akhmad Nawawi, kegiatan ini memang dirancang untuk membangun rasa cinta terhadap olahraga dirgantara sejak usia dini. Ia menilai, anak-anak perlu dikenalkan pada olahraga yang jarang dijamah tapi penuh tantangan ini.
“Program ini kami buat supaya olahraga Gantole makin dikenal masyarakat. Dari anak SD dulu, nanti mereka bisa tumbuh jadi atlet potensial yang bisa membawa nama Jember ke tingkat nasional,” ujar Nawawi dengan semangat.
Bukan cuma seru, kegiatan ini juga edukatif. Para pelajar mendapat penjelasan dasar tentang prinsip terbang, aerodinamika, dan keselamatan dalam olahraga dirgantara. Mereka juga belajar bahwa Gantole bukan hanya soal terbang tinggi, tapi juga soal ketenangan, fokus, dan keberanian — nilai-nilai penting yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana makin seru saat beberapa siswa mulai menaiki simulator. Ada yang histeris karena tegang, ada yang ketagihan karena merasa seperti benar-benar melayang di langit Jember. Salah satu siswa, Dira (11), mengaku pengalaman itu tak akan ia lupakan.
“Tadi deg-degan banget, tapi seru! Rasanya kayak beneran terbang. Aku jadi pengen coba Gantole yang asli nanti kalau sudah besar,” katanya sambil tersenyum lebar.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kabupaten Jember, yang ikut mendukung pengenalan olahraga berbasis dirgantara di kalangan muda. FASI menilai, program seperti ini bukan cuma mempopulerkan Gantole, tapi juga bisa membuka jalan bagi berkembangnya olahraga udara lain seperti paralayang, drone racing, dan aeromodelling.
“Kita dukung penuh kegiatan edukatif seperti ini. Anak-anak sekarang harus tahu kalau olahraga udara itu bukan hal yang jauh atau sulit diakses. Siapa tahu dari sinilah lahir atlet-atlet masa depan Indonesia di bidang dirgantara,” ungkap salah satu perwakilan FASI Jember.
Akhmad Nawawi berharap kegiatan ini nggak berhenti sampai di sini. Ia berencana menggandeng lebih banyak sekolah dan lembaga pendidikan untuk membuat program serupa agar olahraga Gantole semakin dikenal luas.
“Kalau sejak kecil mereka sudah mengenal dan mencintai olahraga ini, masa depan Gantole Jember pasti cerah. Kita ingin Jember jadi daerah unggulan di cabang olahraga dirgantara,” pungkas Nawawi optimistis.
Dengan kombinasi edukasi, hiburan, dan semangat eksplorasi, kegiatan ini berhasil membuktikan bahwa olahraga udara bisa jadi media pembelajaran yang menyenangkan. Siapa sangka, lewat sebuah simulator, anak-anak SD Jember bisa bermimpi terbang lebih tinggi bukan cuma di langit, tapi juga dalam menggapai cita-cita.