Inversi Direktur Dialur III Badan Gizi Nasional, Ranto, melakukan kegiatan peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana di Kantor KPPG Ambon pada Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola kelembagaan serta peningkatan kualitas fasilitas kerja dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi secara optimal di lingkungan Badan Gizi Nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Direktur Dialur III melakukan observasi menyeluruh terhadap kondisi fisik kantor, mulai dari ruang kerja pegawai, fasilitas penunjang administrasi, hingga kelengkapan sarana operasional yang digunakan dalam aktivitas pelayanan publik.
Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pimpinan dalam memastikan bahwa setiap unit kerja memiliki standar fasilitas yang layak, representatif, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi modern yang menuntut efektivitas serta efisiensi kerja.
Dari hasil pengecekan lapangan, ditemukan bahwa masih terdapat beberapa aspek sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya mencerminkan standar kantor yang ideal.
Kondisi tersebut mencakup keterbatasan ruang kerja yang belum tertata secara optimal, beberapa fasilitas penunjang yang perlu diperbarui, serta kebutuhan peningkatan kualitas infrastruktur pendukung seperti peralatan kerja dan sistem penataan ruang. Meski demikian, temuan tersebut tidak dimaknai sebagai kekurangan semata, melainkan sebagai dasar evaluasi untuk perbaikan yang berkelanjutan.
Direktur Dialur III, Ranto, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sarana dan prasarana merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi dan penguatan kelembagaan.
Menurutnya, kantor yang layak dan tertata dengan baik akan memberikan dampak langsung terhadap produktivitas kerja pegawai serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, langkah perbaikan akan segera direncanakan secara bertahap dan terukur agar dapat menghasilkan perubahan yang signifikan dalam waktu yang efektif.
“Peninjauan ini bukan sekadar evaluasi, tetapi juga bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan kerja. Kantor yang baik akan menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman, produktif, dan profesional. Kami akan segera melakukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan agar standar pelayanan dan fasilitas dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Ranto dalam keterangannya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perbaikan sarana dan prasarana akan dilakukan dengan pendekatan prioritas, yaitu mengutamakan aspek yang bersifat mendesak dan berdampak langsung terhadap kegiatan operasional.
Selain itu, perencanaan juga akan mempertimbangkan efisiensi anggaran serta keberlanjutan pemeliharaan fasilitas di masa mendatang. Dengan demikian, setiap investasi yang dilakukan dalam peningkatan infrastruktur kantor dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Kegiatan peninjauan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi antara pimpinan pusat dan unit pelaksana di daerah. Melalui komunikasi yang terbuka dan evaluasi langsung di lapangan, diharapkan dapat tercipta kesamaan persepsi dalam membangun lingkungan kerja yang lebih baik.
Hal ini sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), yang menekankan transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Selain fokus pada aspek fisik bangunan, peninjauan ini juga menjadi sarana untuk mendengarkan aspirasi dan masukan dari para pegawai yang bertugas di Kantor KPPG Ambon.
Para pegawai menyampaikan berbagai hal terkait kebutuhan operasional sehari-hari, termasuk peningkatan fasilitas kerja, kenyamanan ruang kerja, serta dukungan teknologi informasi yang lebih memadai. Masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan penting dalam merumuskan kebijakan perbaikan ke depan.
Secara umum, kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para pegawai yang merasa diperhatikan secara langsung oleh pimpinan pusat. Kehadiran Direktur Dialur III di lokasi dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi kerja di lapangan, sekaligus memberikan motivasi bagi para pegawai untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Dalam konteks yang lebih luas, upaya peningkatan sarana dan prasarana ini juga sejalan dengan visi Badan Gizi Nasional dalam memperkuat sistem kelembagaan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan fasilitas yang memadai, diharapkan setiap unit kerja dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas.
Ranto menambahkan bahwa proses perbaikan tidak hanya berhenti pada aspek fisik semata, tetapi juga mencakup peningkatan budaya kerja dan kedisiplinan aparatur. Menurutnya, sarana yang baik harus diiringi dengan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan memiliki komitmen tinggi terhadap tugas yang diemban.
Ke depan, Badan Gizi Nasional melalui Dialur III berkomitmen untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap kondisi sarana dan prasarana di seluruh unit kerja, termasuk Kantor KPPG Ambon. Dengan pendekatan yang berkesinambungan, diharapkan seluruh fasilitas dapat terus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan organisasi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Dengan adanya langkah-langkah perbaikan yang akan segera dilaksanakan, diharapkan Kantor KPPG Ambon dapat menjadi lingkungan kerja yang lebih representatif, modern, dan nyaman.
Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja pegawai, tetapi juga memperkuat citra positif institusi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara luas.