Halo bro and sis, ada info baru nih dari daerah Karangasem, 10 Mei 2025! Di era TikTok penuh dance challenge, ada satu nama bikin garis tren beda: Ida Bagus Made Nanda Adipranata.
Siswa kelas XII SMA N 2 Amlapura ini merebut medali emas Olimpiade Bahasa Bali 2025. Bukan cuma menang, Nanda memecahkan rekor nilai tertinggi (98,7) sejak olimpiade digelar 2018.
Kompetisi digelar hybrid—babak penyisihan daring, finalnya livestream dari aula sekolah tepat 10 Mei. Ribuan penonton nonton via YouTube; kolom chat banjir emoji cendana dan bendera Bali.
Sesolahan, Mantra, dan Google Docs
Nanda jelasin proses panjangnya: tiap malam habis belajar sekolah, dia membuka Google Docs berisi daftar ‘kata rapuh’ kosakata Bali klasik yang nyaris hilang.
“Gue copy paste, bikin kalimat, terus diskusi di Discord bareng komunitas @BasaBaliTeen,” katanya.
Strategi lomba? “Gue kuatkan di sesolahan (puisi) karena di situ nilai orisinalitas paling besar. Terus bawa unsur humor biar juri nggak ngantuk,” ujarnya sambil ketawa.
Panggung Kampung ke Kancah Nasional
Kepala Dinas Pendidikan Bali hadir menyerahkan piala gestur langka untuk event sekolah. Ganas banget gak brother and sister!
Tak ketinggalan, Pemkab Karangasem langsung ngumumin hadiah: beasiswa full S-1 Sastra Daerah di Universitas Udayana, plus proyek web‑series edukasi “Bali Muda Bicara Basa” yang dibintangi Nanda.
“Nanda buktiin kalau ‘ngapak’ bahasa daerah itu justru bikin lo beda dan diterima,” kata Pak Bupati. Rencana Nanda ke depan? “Rilis podcast dwibahasa Bali‑Indonesia dan bikin lomba meme pakai bahasa Bali,” bebernya.
Sebelum sesi foto, Nanda sempat nitip pesan: “Ora usah malu. Pake aja bahasa daerah, walau cuma di chat sama nyokap.”
Buat dia, pelestarian gak perlu tunggu dewasa. “Ini warisan, bro, kita penjaganya.” Kata‑kata sederhana yang bikin aula hening beberapa detik—lalu pecah tepuk tangan.