Inversi Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas menyatakan komitmennya untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas tinggi.
Menanggapi berbagai dinamika di lapangan, termasuk aspirasi yang disampaikan oleh elemen masyarakat, Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa lembaganya sangat terbuka terhadap kritik dan masukan konstruktif dari publik. Pernyataan tersebut disampaikan Sony saat menemui massa aksi dari Jaringan Muda Indonesia (JMI) di Jakarta, Jumat (22/05/2026). D
alam pertemuan yang berlangsung komunikatif tersebut, Sony menekankan bahwa BGN tidak memandang kritik sebagai ancaman, melainkan sebagai bahan evaluasi krusial demi menyempurnakan tata kelola program yang bersentuhan langsung dengan jutaan masyarakat Indonesia.
Kritik sebagai Instrumen Perbaikan Tata Kelola
Sony menyebutkan bahwa BGN senantiasa berupaya memastikan seluruh rangkaian proses program MBG mulai dari perencanaan, pengadaan barang dan jasa, hingga pendistribusian makanan berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Baginya, kritik publik berfungsi sebagai mekanisme pengawasan eksternal yang sangat diperlukan bagi sebuah institusi negara.
“Kami tidak alergi terhadap kritik. Justru, masukan dari masyarakat menjadi pengingat bagi kami untuk terus melakukan perbaikan. Kritik adalah cermin bagi kami untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan dengan lebih tertib, efektif, dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,” ujar Sony dalam keterangan persnya.
Langkah ini mencerminkan etika institusi publik yang inklusif, di mana aspirasi masyarakat dianggap sebagai mitra strategis dalam menjaga kualitas program. Sony juga memastikan bahwa setiap poin masukan yang disampaikan oleh massa aksi telah dicatat dengan baik untuk segera diproses secara administratif.
Menjamin Integritas melalui Mekanisme Pengawasan Berlapis
Dalam rangka menindaklanjuti aspirasi tersebut, Sony menjelaskan bahwa BGN memiliki mekanisme internal yang sangat ketat untuk memproses setiap laporan masyarakat.
Seluruh data dan masukan yang diterima akan diteruskan ke unit-unit teknis terkait, termasuk Inspektorat Utama BGN, yang berfungsi sebagai auditor internal untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan program di lapangan.
“Kami menerima aspirasi ini dengan penuh tanggung jawab. Semua masukan dan perhatian masyarakat akan kami tindak lanjuti sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku. Integritas adalah harga mati bagi kami, apalagi mengingat amanah besar yang diemban BGN dalam memastikan gizi anak bangsa,” tutur Sony.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa BGN mengedepankan prinsip good governance (tata kelola pemerintahan yang baik). Hal ini dilakukan melalui:
- Pengawasan Internal Berlapis: Melibatkan Inspektorat Utama untuk memastikan akuntabilitas di setiap tahapan program.
- Transparansi Anggaran: Pengelolaan dana dilakukan secara terukur dan diawasi agar tepat sasaran.
- Prosedur Pengadaan yang Akuntabel: Memastikan setiap mitra penyedia bahan pangan dan jasa pendukung terpilih melalui seleksi yang ketat dan transparan.