By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: BGN Ungkap Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cianjur, Ada Cemaran Nitrit di Tumis Pakcoy
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » BGN Ungkap Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cianjur, Ada Cemaran Nitrit di Tumis Pakcoy

MBG

BGN Ungkap Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cianjur, Ada Cemaran Nitrit di Tumis Pakcoy

Jack
By
Jack
1 month ago
Share
3 Min Read
Puluhan balita dan ibu di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendapat pertolongan medis di puskemas setempat karena mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap hasil investigasi terkait insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang terjadi pada 16 April 2026.

Dari hasil pemeriksaan akhir, tim investigasi menemukan sebagian besar menu makanan yang disajikan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leles 2, Sukasirna, dinyatakan aman dari kontaminasi bakteri. Namun, ditemukan kandungan zat kimia nitrit dalam menu tumis pakcoy dengan kadar yang jauh melampaui batas aman.

“Jika merujuk batas maksimum JECFA untuk nitrit, yakni 0,07 mg/kg berat badan per hari. Tumis pakcoy tersebut mengandung 11,85 mg/kg, maka temuan di SPPG Leles 2 Cianjur mencapai 169 kali lipat di atas batas aman,” ujar Ketua Tim Investigasi Independen BGN, Arie Karimah Muhammad dalam instagram resmi Sidak BGN yang dikutip di Jakarta, Senin.

Meski demikian, hasil investigasi menyebut mayoritas sampel makanan lainnya tidak ditemukan kontaminasi bakteri berbahaya.

Berdasarkan uji laboratorium dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat, menu makanan pada tanggal 13, 14, 15, 17, dan 18 April 2026 dinyatakan negatif dari bakteri Salmonella sp, S. aureus, E.Coli, dan B.cereus.

Arie menjelaskan kandungan nitrit sebenarnya dapat muncul secara alami pada sejumlah sayur dan buah. Kadar zat tersebut bisa meningkat akibat aktivitas bakteri yang mengubah nitrat menjadi nitrit.

Selain faktor alami, tim investigasi juga menduga cemaran nitrit dapat berasal dari penggunaan pupuk organik atau nitrogen berlebihan di lahan pertanian. Sumber lain yang dicurigai meliputi air resapan yang tercemar limbah manusia atau hewan hingga limbah industri kimia di sekitar area pertanian.

“Dugaan sumber cemaran lain dapat berasal dari penggunaan pupuk organik atau nitrogen berlebihan, air resapan tercemar kotoran manusia atau hewan, atau limbah pabrik kimia di sekitar lahan pertanian,” ujar dia.

Sebagai tindak lanjut, tim investigasi meminta Kedeputian Sistem dan Tata Kelola serta Pemantauan dan Pengawasan BGN segera melakukan koordinasi serius dengan Kementerian Pertanian guna membahas temuan tersebut secara menyeluruh.

Baca Juga :

Kantongi Data Pemain Judi Online, Polri Diminta Tindak Tegas Pelaku
Profil Almarhum Nunggal Preman Legenda di Solo Raya, Punya Puluhan Panglima Tempur

“Temuan nitrit dinilai sangat serius dan berpotensi berdampak luas pada keamanan pangan,” ucap Arie.

Ia menjelaskan kandungan nitrit berlebih dapat memicu kondisi methaemoglobinemia, yaitu gangguan yang menyebabkan kemampuan hemoglobin dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh menurun.

“Akibatnya, tubuh bisa terasa lemas dan muncul sesak napas, karena sel-sel tubuh kekurangan oksigen,” tuturnya.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program MBG di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah bersama instansi kesehatan kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan serta mengevaluasi proses distribusi hingga pengolahan makanan untuk memastikan penyebab insiden tersebut.

You Might Also Like

Audiensi Mahasiswa di DPR, Dasco Sambungkan Langsung Aspirasi ke Bahlil dan Kepala BGN
Tolak Penunggangan Politik, BEM Bersatu Ungkap Dugaan Aktor di Balik Aksi Anti-MBG
Fokus pada Ibu Hamil dan Balita, BGN Pangkas 8 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis
BGN Siapkan Evaluasi Besar-besaran MBG, Insentif Dapur Akan Dirombak
BGN Larang Pegawainya Miliki Dapur MBG, Agustina: Hindari Konflik Kepentingan
TAGGED:KeracunanMBG
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 321 WNA Kelola Judi Online Dekat Istana Negara! Indonesia Disebut Jadi Surga Baru Mafia Digital
Next Article Mandiri Institute: Pola Belanja Masyarakat Mulai Normal Usai Lebaran 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiMBG

Baru Sepekan Bicara Bongkar Gurita MBG, Orang Kepercayaan Sony Langsung Jadi Tersangka

2 weeks ago
EkonomiTerkini

Fakta Mengejutkan! MBG Hidupkan UMKM, Tapi Dirusak Korupsi Pejabat

2 weeks ago
Foto : Kepala BGN, Nanik S. Deyang (Sumber : https://bgn.go.id/)
MBG

BGN Tegaskan Isu Penghentian MBG Adalah Hoaks!

3 weeks ago
Foto : Yuli, guru di kelas 6 sekolah dasar (Sumber : https://bgn.go.id/)
MBG

Sinergi SD Pangudi Luhur Kalirejo Pasok MBG

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index